Lipsus Bursa Berjangka
PT Kontakperkasa: 'Kalo Belum Berani Trading Pake Uang Beneran ya Pake Uang Mainan!'
Terkait dengan mantan nasabahnya, Purwanto, Ervin mengatakan hal itu sudah selesai dengan penandatanganan akta perdamaian.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
“Tindakan itu kami sayangkan, tapi kami tetap datang dan memberi keterangan. Dan seperti dugaan kami, kasus tidak berlanjut. Data kami lengkap tidak ada manipulasi,” ujarnya.
Dengan sejumlah kasus yang terjadi ini, Ervin menekankan kepada nasabah untuk hati-hati membuat keputusan.
Karena perdagangan alternatif selain memberikan keuntungan yang besar juga punya resiko yang tinggi.
Namun nasabah juga diharapkan lebih bijak dan fair jika mengalami kerugian.
“Ketika tengah profit, mereka diam saja, ketika rugi, seolah oleh ini adalah kesalahan kami. Ini yang saya bilang tidak fair,” ujarnya.
“Di China industri ini maju pesat! Ada yang bisa kaya mendadak, banyak juga yang stres bahkan bunuh diri karena kalah di bursa saham. Tapi yang patut dihargai mereka bertanggungjawab atas tindakannya sendiri tanpa menyalahkan pihak lain,” ucapnya.
Ervin menekankan bagi nasabah baru untuk memaksimalkan demo account dengan dana virtual, sebelum menggunakan dana mwreka sebenarnya untuk mengukur kejelian membaca neraca perdagangan bursa dan kecocokan dengan pialangnya.
“Kalo belum berani trading pake uang beneran ya pake uang mainan. Sampai benar-benar siap untuk berdagang di bursa berjangka,” tukasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)