FKPPI Cabang Bantul Gelar Sarasehan

Diharapkan masyarakat saling berkerjasama dalam kemanusiaan ataupun kegiatan kemasyarakatan yang lain.

Penulis: sis | Editor: Ari Nugroho
IST
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat menyampaikan paparannya dalam sarasehan bertema Revitalisasi Nilai-nilai Nasionalisme Bagi Generasi Muda yang digelar FKPPI Cabang Bantul, pada Minggu (10/9/2017) di Aula Makodim 0729/Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Siswanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Forum Komunikasi putra-putri Purnawirawan dan putra-putri TNI Polri (FKPPI) PC 1205 Bantul menggelar sarasehan bertema Revitalisasi Nilai-nilai Nasionalisme Bagi Generasi Muda, pada Minggu (10/9/2017) bertempat di Aula Makodim 0729/Bantul.

Sarasehan ini, kata Juwarso selaku Ketua panitia, digelar untuk memperingati HUT FKPPI yang ke-39.

Dalam sarasehan kemarin dihadirkan, empat pembicara yaitu Kasdim 0729/Bantul, Wakapolres Bantul, Wabup Bantul, serta Akademisi dari Kampus IST Akprind Yogyakarta.

Kasdim 0729/Bantul Mayor Suwarno dalam paparannya memberi materi sarasehan "Nasionalisme dari Perspektif Pertahanan".

Menurutnya peran pemuda sangat strategis pada era milenium saat ini. Lantaran para pemuda dihadapkan langsung perangnya, tidak secara fisik langsung tetapi dengan Proxywar.

"Jadi tantangan generasi pemuda sekarang adalah bahaya narkoba dan radikalisme," ujarnya.

"Selamat HUT FKPPI ke - 39, tetap semangat menjaga jiwa nasionalisme dalam bingkai NKRI," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan materi sarasehan nasionalisme dalam perspektif pemerintahan.

Menurutnya Kebhinnekaan bangsa Indonesia adalah anugerah Tuhan.

Diharapkan masyarakat saling berkerjasama dalam kemanusiaan ataupun kegiatan kemasyarakatan yang lain.

"Indikasi melemahnya nilai-nilai nasionalisme dari rasa persaudaraan, FKPPI harus menjadi pelopor untuk merevitalisasi nasionalisme," urainya.

Sedangkan pembicara utama Khairul Muhajir yang merupakan mantan Kajur Teknik Mesin IST Akprind menyampaikan nasionalisme dalam perspektif akademis.

Menurutnya sejarah Bangsa Nusantara mulai zaman kerajaan sampai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri selalu diwarnai perang saudara.

"Melihat sejarah tersebut maka pemuda sebagi generasi penerus, harus terus mewaspadai perpecahan dan adu domba di dalam bangsa kita sendiri," jelasnya.

Lanjutnya, seharusnya FKPPI bisa menjadi mekanisme sentral untuk menghadapi upaya adu domba antar komponen bangsa ini, tetap konsisten dengan sikap TNI- POLRI.(Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved