Harga Sawah di Klaten Tembus Rp 1 M, Ini Sebabnya
Harga tanah sudah melonjak lebih dari 200 persen selama dua tahun ini.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Setelah dibangunnya Terminal Kelas A Ir Soekarno dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras, prospek pembangunan di wilayah Kelurahan Buntalan, Klaten Tengah terus mengalami peningkatan. Hal tersebut berdampak pada harga jual tanah khususnya sawah di wilayah itu.
Lurah Buntalan, Bambang Sumadi mengatakan harga tanah sudah melonjak lebih dari 200 persen selama dua tahun ini. Jika sebelumnya pada 2015 harga sepatok sawah sekitar Rp 100.000 per persegi melejit hingga menembus Rp 500.000 per meter persegi.
“Rata-rata sawah dengan luas per patok 1.800 meter persegi sebelumnya dihargai Rp 200 juta, sekarang bisa sampai Rp 1 miliar per patoknya,” ungkapnya ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/9/2017).
Baca: Nomor Antrean Tes CPNS Kemenkumham 2017 Sudah Bisa Dicetak, Berikut Kabar Terbarunya
Menurutnya harga sawah terus mengalami peningkatan setelah terminal dan RSUD beroperasi. Terlebih saat ini sudah ada pengembang perumahan yang masuk ke wilayah Buntalan.
“Memang secara RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Buntalan diarahkan untuk pengembangan properti. Saat ini sudah ada pengembang yang membangun kompleks perumahan,” katanya.
Namun sayangnya kenaikan harga tanah khususnya sawah di wilayah Buntalan tidak merata. Harga yang menembus angka Rp 1 miliar hanya berlaku untuk sawah yang berada di tepi Jalan Jombor Indah yang merupakan akses utama yang menghubungkan Terminal Ir Soekarno dengan RSUD Bagas Waras.
“Untuk tanah di titik lain masih normal. Memang dampak pembangunan di sisi selatan Kabupaten Klaten berdampak pada nilai jual tanah di Buntalan, tapi yang paling signifikan yang ada di tepi jalan,” ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terminal-klaten_2002_20170220_212326.jpg)