Seorang Jemaah Haji Klaten Meninggal di Tanah Suci, Ini Penyebabnya
Almarhumah tidak termasuk jamaah haji asal Klaten yang diberi gelang merah atau membutuhkan perhatian khusus.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang jamaah haji asal Kabupaten Klaten dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji. Diduga, jamaah tersebut kecapekan setelah ibadah wukuf di Arofah.
Informasi dari Kantor Kemenag Klaten, jamaah haji yang meninggal dunia bernama Sri Kamdari (66) asal Dukuh, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom. Ia meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Al Wadi, Mina.
Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Klaten, Waznan Fauzi mengatakan Sri Kamdari tidak termasuk jamaah haji asal Klaten yang diberi gelang merah atau membutuhkan perhatian khusus. Bahkan saat berangkat ia dinyatakan sehat meski memiliki riwayat sakit jantung dan paru-paru.
"Kemungkinan besar kecapekan karena perjalanan Armina (Arofah-Muzdifah-Mina)," ungkapnya, Rabu (6/9/2017).
Menurutnya sebelum dirawat, Sri Kumdari sedang menjalani lempar jamarat di Mina. Namun lantaran kecapekan, penyakit jantung dan paru-parunya kambuh sehingga harus dirawat hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (5/9) pukul 22.00 waktu Arab Saudi atau Rabu (6/9) 02.00 dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).
"Kabar ini kemudian segera kami sampaikan ke keluarga di Klaten," katanya.
Selanjutnya jenazah Sri Kamdari dimakamkan di pemakaman Ma'la di Makkah. Hal ini sesuai aturan dari Kerajaan Arab Saudi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lempar-jumrah-di-mina_20170831_023607.jpg)