Breaking News:

Fungsi Pasar Ikan Higienis Giwangan Tak Optimal

saat ini, fungsi dari PIH yang semula dimanfaatkan sepenuhnya untuk jual beli ikan yang didominasi ikan tangkap dan oahan ikan, kini terkesan mangkrak

Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: oda
tribunjogja/agung ismiyanto
Bangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Tegalturi, Giwangan, Kota Yogya kini fungsinya tak berjalan optimal. Bangunan besar tersebut lumpuh aktivitasnya dan saat ini beralih menjadi resto yang menyajikan beragam olahan ikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fungsi Pasar Ikan Higienis (PIH) di Tegalturi, Giwangan, Kota Yogya tak berjalan optimal.

Bangunan besar tersebut lumpuh aktivitasnya dan saat ini beralih menjadi resto yang menyajikan beragam olahan ikan.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih kesulitan untuk mengambil alih aset tersebut.

Pantauan Tribun Jogja bangunan PIH terlihat sepi. Bangunan tersebut terlihat besar dilengkapi dengan beberapa ruangan dengan nama-nama ikan.

Bahkan, ada air conditioner (AC) yang dipasang di beberapa sudit-sudut bangunan. Jika dilihat sepintas, bangunan ini menelan anggaran cukup besar.

Akan tetapi, saat ini, fungsi dari PIH yang semula dimanfaatkan sepenuhnya untuk jual beli ikan yang didominasi ikan tangkap dan oahan ikan, kini terkesan mangkrak.

Hal ini lantaran kegiatan tidak dapat berjalan dengan baik sehingga tidak diteruskan.

“Memang, pemanfaatan PIH sempat off beberapa waktu, namun tidak mangkrak lho ya.  Saat ini, dimanfaatkan kembali oleh pihak ketiga untuk usaha rumah makan yang menyajikan berbagai menu dari ikan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugend Darmanto,

Menurut Sugeng, PIH dibangun pada tahun 2003 silam. Kala itu, proyek pembangunan gedung ini menjadi wewenang dari Pemerintah pusat melalui Kemetrian Kelautan dan dikelola oleh Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi DIY.

Kemudian, pada tahun 2006, PIH dikerjasamakan dengan pihak ketiga sebagai tempat pelelangan ikan.

“Namun, tiga tahun kemudian selesai karena aspek pengelolaan tidak membawa hasil signifikan. Akhirnya kegiatan di sana off alias mandek,” paparnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kemudian mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait dengan ketentuan sewa untuk pemanfaatan Pasar Ikan Higienis tersebut.

"Dalam setahun, nilai sewa yang ditetapkan adalah Rp 51juta. Sewa minimal dua tahun," ujarnya.

Saat ini, pihak penyewa adalah restoran yang menyediakan beragam ikan olahan ini. Bahkan, ujarnya, restoran tersebut, sering memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Utamanya pada saat musim liburan, bisa ada rombongan wisatawan sebanyak 20 hingga 25 bus yang transit di rumah makan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved