Menu Sahur Ini Bersemayam di Perut Bung Karno saat Bacakan Proklamasi, Begini Sejarahnya
Di ruang makan rumah Maeda naskah proklamasi dirumuskan. Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebardjo duduk bersama.
TRIBUNJOGJA.COM - Tepat 72 tahun lalu, Indonesia bergejolak. Masih di bawah kekuasaan Jepang, Soekarno dan Mohammad Hatta menyatakan kemerdekaan negeri ini.
Indonesia merdeka saat kedua Bapak Bangsa itu membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta, pukul 10 pagi.
Namun sebelum itu, naskah proklamasi telah mengalami perjalanan panjang. Sepulang Bung Karno dan Bung Hatta dari "penculikan" kaum muda di Rengasdengklok, mereka mengunjungi rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol.
Meski seorang Jepang, Maeda menerima kedua tokoh itu dengan baik. Di ruang tamu rumah Maeda, Bung Karno dan Bung Hatta meminta dipinjami rumah untuk merumuskan naskah proklamasi.
"Saat itu Maeda merasa berutang. Lagipula posisi dia sudah tidak di bawah atasannya lagi, jadi dia akhirnya mau meminjamkan rumahnya," kara Arie Suryanto, edukator Museum Perumusan Naskah Proklamasi kepada CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.
Di ruang makan rumah Maeda naskah proklamasi dirumuskan. Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebardjo duduk bersama merangkai kata-kata sakti yang memerdekakan Indonesia.
Usai dirumuskan, naskah kemudian dibawa ke ruang pertemuan untuk dibacakan kepada semua yang hadir, sekitar 40 orang.
Menariknya, kata Arie, orang-orang yang hadir saat Bung Karno dan Bung Hatta meminta pertimbangan soal naskah proklamasi, sempat menyantap makanan sebelum rapat.
"Perumusan saat itu dilakukan dini hari, sekitar jam satu atau dua pagi. Dan saat itu bulan puasa, jadi mereka sempat sahur dulu sebelum rapat," ujar Arie menceritakan saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengibaran-sang-saka-merah-putih_20170816_180913.jpg)