5 Negara Ini Punya Gaya Bercinta Favorit Masing-masing, Nomor 1 dan 4 Tak Biasa

Diungkapkan oleh lima pakar seksual dari lima negara ini, ternyata masing-masing negara memiliki posisi seks favorit masing-masing.

Editor: oda
ganlop.com
Bercinta di bathtub. 

TRIBUNJOGJA.COM - Meski missionary dianggap sebagai posisi seks paling umum, pada kenyataannya tidak semua negara memilihnya sebagai posisi favorit.

Tentunya ada berbagai latar belakang yang mendasarinya, salah satunya adalah budaya.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh lima pakar seksual dari lima negara ini, ternyata masing-masing negara memiliki posisi seks favorit masing-masing.

1. Gaya berkuda, Polandia

Walaupun terdengar aneh, posisi ini sebenarnya hanya duduk berhadapan saja. Daniel Cysarz, PhD, seorang pakar seks dan psikoterapi, menjelaskan, budaya Polandia sebenarnya sangat tradisional, tetapi rupanya hal ini tidak memengaruhi hubungan seksual.

“Kita semakin terbuka dengan pengalaman baru dan bereksperimen,” ungkapnya.

2. Gaya wanita di atas, Brasil

Olivia Barbosa, seorang pakar seks di Brazil menyebut posisi ini sebagai posisi terpopuler di Brasil. Dia berkata bahwa Brasil memiliki latar belakang yang sangat konservatif dan religius sehingga seks diangap sebagai sesuatu yang buruk.

“Namun, aku mulai melihat bahwa wanita semakin fokus dengan kepuasan mereka sendiri dan melepaskan persepsi tersebut,” tuturnya. Dengan posisi ini, wanita memegang kontrol sepenuhnya pada saat bercinta.

3. Gaya Missionary, Belgia

Gaya klasik ini adalah favorit bagi kebanyakan orang Belgia karena dianggap romantis.

Namun, lebih dari sekadar romantis, Agnes Jacquerye, PhD, seorang pakar seks dari Brussels, mengatakan, posisi ini juga memberikan berbagai sensasi seperti kedekatan, kontak mata, dan ciuman.

4. Gaya doggy berbaring, Australia

Tidak seperti posisi doggy yang biasanya, dalam hal ini wanita berbaring sepenuhnya di ranjang sehingga merasa nyaman.

“Ada maskulinitas yang kuat dan tradisional di sini, tetapi masyarakat juga mulai mengadopsi sikap egalitarian mengenai jender,” tutur Elaine George, MD, direktur Sexology Australia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved