Duh, Enam Perangkat CCTV di Terminal Giwangan Rusak

Hal ini membuat sistem pengawasan pada terminal Giwangan harus lebih ditingkatkan.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah penumpang sedang menunggu angkutan di Terminal Giwangan, baru-baru ini. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya enam perangkat closed circuit television (CCTV) di terminal Giwangan mengalami kerusakan.

Hanya saja, perbaikan untuk fasilitas masih urung dilakukan lantaran terkait dengan pengalihan pengelolaan terminal dari Pemerintah Kota (Pemkot) ke pemerintah pusat.

Hal ini membuat sistem pengawasan pada terminal ini harus lebih ditingkatkan.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan, Bhekti Zunanta, menjelaskan saat ini pengawasan di terminal Giwangan terus ditingkatkan dengan sistem mobile.

Hal ini pascarusaknya enam kamera cctv yang terpasang di titik strategis terminal ini.

“Saat ini tinggal 11 cctv yang masih bisa dipergunakan. Untuk enam cctv yang rusak ini berada di lokasi strategis seperti terminal kedatangan, keberangkatan, ruang tunggu dan titik lainnya,” ujar Bhekti, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, cctv ini mengalami kerusakan pada bagian adaptornya. Untuk penggantian pun membutuhkan waktu lama.

Tak hanya itu, status terminal Giwangan saat ini memang menjadi salah satu masalah untuk penganggaran perbaikan.

Bhekti menambahkan, cctv ini memang bisa dipantau melalui telepon pintar (smartphone). Pascarusaknya kamera pengawas ini, pihaknya pun lebih meningkatkan pengawasan secara manual dengan sistem mobile.

“Pihak keamanan dan kepolisian melakukan pengawasan mobile,” katanya.

Selain cctv, ada beberapa fasilitas pendukung lainnya yang mengalami kerusakan. Yakni, pengeras suara untuk memberikan informasi pada penumpang. Namun, kata dia, tidak semua pengeras suara mengalami kerusakan.

“Hanya sebagian (yang rusak),” paparnya.

Diakuinya, sejumlah fasilitas pendukung yang ada di terminal Giwangan ini memang belum bisa diperbaiki lantaran dana dari Kementrian

Perhubungan hanya untuk operasional harian. Dana tersebut untuk membayar kebutuhan listrik, kebersihan, air dan sampah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved