Mau Mendaki Merapi pada 17 Agustus Lewat via Sapuangin? Baca Dulu Aturannya Ini
Jalur pendakian Gunung Merapi via Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang dibuka untuk pendakian peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Penulis: ang | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jalur pendakian Gunung Merapi via Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang dibuka untuk pendakian peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Namun kuota pendaki yang melalui jalur ini batasi.
Kepala Resort Kemalang Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Arif Sulfiantono mengatakan mulai tanggal 15 hingga 17 Agustus, jumlah pendaki dibatasi hingga 150 orang.
Hal ini sesuai dengan edaran yang disampaikan oleh TNGM.
"Jadi mulai tanggal 15 Agustus, pendakian hanya sampai 50 orang setiap hari," ungkapnya dihubungi," paparnya dihubungi Rabu (9/8/2017).
Menurutnya pembatasan pembatasan kuota juga dilakukan di jalur pendakian Gunung Merapi via Selo, Boyolali. Yaitu 2.500 pendaki selama tanggal 15 hingga 17 Agustus.
"Memang ada perbedaan jumlah kuota di masing-masing jalur. Untuk jalur Sapuangin lebih sedikit dikarenakan kondisi jalur dan daya tampung campground, namun jumlah ini sudah lebih banyak dari pada kuota hari biasa yang hanya 20 pendaki," ungkapnya.
Ia menjelaskan pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah perawatan jalur dan kawasan Taman Nasional.
Selain itu, pembatasan dilakukan untuk meminimalisasi resiko kecelakaan saat kegiatan pendakian.
"Kalau tidak dibatasi, dikhawatirkan akan overload, sehingga kapasitas campground di sepanjang jalur pendakian bisa tidak muat," ujarnya.
Arif mengakui momen seperti HUT Kemerdekaan RI menarik minat masyarakat untuk mendaki.
Namun dalam pendakian di Gunung Merapi, ia mengingatkan agar pendaki mematuhi peraturan yang ada.
Di antaranya batas pendakian yang hanya sampai area Pasar Bubrah dan dilarang mendaki ke puncak Gunung Merapi.
"Kondisi ini sangat berbahaya, selain resiko terjatuh di kawah, juga potensi aktivitas erupsi fraktif yang dapat terjadi setiap saat," katanya.
Kendati demikian, informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, saat ini aktivitas Gunung Merapi berstatus normal.
"Meski demikian, larangan pendakian hingga puncak tetap berlaku," ujarnya menegaskan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/puncak-merapi-dilihat-dari-jalur-pendakian-sapuangin-klaten-jawa-tengah_20170417_100537.jpg)