Tarif PDAM di Gunungkidul Bakal Naik
Pemkab Gunungkidul pun memberikan penyertaan modal agar perusahaan daerah tersebut tetap dapat beroperasi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tarif pelayanan air bersih dari PDAM Gunungkidul akan disesuaikan seiring dengan tingginya biaya operasional yang dikeluarkan.
Pemkab Gunungkidul pun memberikan penyertaan modal agar perusahaan daerah tersebut tetap dapat beroperasi.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menuturkan penyesuaian tarif pelayanan air ini setelah melihat biaya operasional PDAM yang tinggi, mulai dari pemasangan saluran pipa yang berbiaya besar, sampai distribusi air bersih yang hingga kini mengandalkan listrik dari PLN.
Ia menuturkan, tarif listrik dari PLN terus mengalami kenaikan, terlebih PDAM sebagai perusahaan dikenakan tarif bisnis yang sangat tinggi, sementara PDAM sendiri dalam melakukan distribsui listrik masih menggunakan tenaga listrik dari PLN.
"Kalau sudah begini, kita mesti lakukan penyesuaian tarif, mengingat biaya operasional yang tinggi, mungkin akan dilakukan kenaikan tarif," ujar Badingah, Selasa (25/7/2017).
Lanjut Badingah, pihaknya juga telah melakukan negosiasi terkait tarif listrik ini kepada PLN agar mendapatkan keringanan. Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan alasan PDAM masih tercakup perusahaan. (*)