DIY Target Utama Peredaran Narkotika

Pemahaman tentang narkotika masih dinilai kurang. Ditambah ketidakseriusan dan ketidak pedulian dalam menangani peredaran narkotika.

Penulis: sis | Editor: oda
tribunjogja/hening wasisto
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso sewaktu menjabarkan peredaran narkotika yang menyasar ke Daerah Istimewa Yogyakarta di bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Jumat (21/7/2017) sore kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan target utama peredaran jaringan narkotika. Di tahun 2015 saja sebanyak 300.000 mahasiswa, 60.182diantaranya kedapatan menyalahgunakan narkotika.

"Saya dapat cerita dari Sultan, di Yogyakarta ada 300.000 mahasiswa. Itu yang terdata, dilaporkan 60.182 pada tahun 2015. Dari 60.182 itu, 23.028 (dua puluh tiga ribu dua puluh delapan) diantaranya adalah adalah mereka yang masih coba-coba. Sisanya adalah mereka pengguna teratur mulai jarum suntik dan tanpa jarum suntik," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso disela pelantikan Kader Inti Pemuda Antinarkoba di bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat (21/7/2017)

Lanjutnya, hal ini tentu menyumbang jumlah peningkatan pengguna narkoba secara nasional.

"DIY sendiri sudah masuk pada prevalensi  pengguna narkoba pada rangking ke-8 secara Nasional setelah DKI Jakarta," jelas Buwas.

Itu semua terjadi, terangnya, karena pemahaman tentang narkotika masih dinilai kurang. Ditambah ketidakseriusan dan ketidak pedulian dalam menangani peredaran narkotika.

"Bicara narkoba bukan hanya soal peredaran gelap dan bisnis, melainkan juga upaya untuk menghancurkan bangsa Indonesia," imbuh Buwas.

Hal ini dikarenakan banyaknya korban berasal dari kalangan generasi muda. Yang mana mereka inilah yang nantinya menjadi pemimpin bangsa ini di masa mendatang.

"Generasi muda yang akan datang itu ada di Yogyakarta, karena sebagai kota pelajar dan kota mahasiswa. Yang pasti pemuda dan pemudi dari berbagai penjuru Indonesia dan pemuda pilihan sekolah di sini," urainya.

Maka tak heran, katanya, jaringan yang ingin menghancurkan Indonesia, kebanyakan menyasar Kota Yogyakarta.

Meskipun demikian generasi-generasi penerus bangsa ini setidaknya bisa diselamatkan, dengan cara melantik kader inti pemuda antinarkoba di DIY kemarin.

Dengan harapan kader-kader tersebut mempunyai semangat dan tanggungjawab dalam pencegahan peredaran narkoba di wilayahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved