Kisah Gunung Merapi yang Ditancapkan Para Dewa untuk Menyeimbangkan Pulau Jawa
Boleh percaya, boleh tidak namun kisah ini hidup dan berkembang dalam berbagai cerita rakyat. Bagaimana kisahnya?
1. Gunung Merapi, pasak penyeimbang Pulau Jawa
Erupsi dahsyat Gunung Merapi pada 1 November 2010 silam
Konon dahulu kala, Pulau Jawa tidak seimbang seperti sekarang. Melainkan miring ke sebelah barat. Ini karena di ujung barat, terdapat banyak gunung, sementara di bagian tengah dan timur tidak ada.
Lucas Sasongko Triyoga dalam bukunya yang berjudul Manusia Jawa dan Gunung Merapi menyebutkan bahwa untuk menyeimbangkan pulau jawa itulah, Dewa Krincingwesi kemudian memerintahkan untuk memindahkan Gunung Jamurdwipa di barat Pulau Jawa, ke tengah pulau jawa, tempat sekarang berdirinya Gunung Merapi.
Namun pemindahan Gunung Jamurdwipa ini menghadapi kendala. Salah satunya lantaran ada dua orang empu sakti yang hidup di tengah pulau jawa. Keduanya yakni kakak beradik Empu Rama dan Permadi.
Para Dewa yang mendatangi kedua empu ini pun mengakui kesaktiannya. Mereka meminta keduanya untuk berpindah karena tempat tersebut akan menjadi tempat ditancapkannya pasak bumi penyeimbang pulau jawa.
Namun kedua empu ini menolak dengan alasan mereka tengah mengerjakan keris yang harus dikerjakan hingga selesai. Jika tidak, maka akan terjadi kekacauan.
Mendengar hal itu, Dewa Krincingwesi murka lalu menjatuhkan Gunung Jamurdwipa diatas mereka. Kedua empu ini terkubur hidup-hidup. Roh keduanya dipercayai menjadi penjaga Gunung Merapi hingga sekarang. Keduanya bahkan menjabat sebagai raja dari semua makhlus halus di Merapi. Sementara perapian tempat mereka membuat keris, menjadi cikal bakal penamaan merapi.
Perapian ini juga yang diyakini sebagai cikal bakal lahar panas Gunung Merapi.