Mencuri Poster Propaganda di Korea Utara Berakibat Kematian

Pejabat Korea Utara mengatakan bahwa dia mencuri poster propaganda dari hotelnya. Pernyataan tersebut ditolak oleh kelompok tur dari Otto Warmbier.

Tayang:
Editor: oda
dailymail
Mahasiswa Universitas Virginia tersenyum untuk mengambil fotonya di depan patung perunggu Kim Jong Un dan Kim Jong II. Jong Un telah disalahkan atas kematiannya oleh politisi termasuk presiden dan keluarga Otto yang berduka 

Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Kholid Anwar

TRIBUNJOGJA.COM - Otto Warmbier, 22, terlihat tertawa dan bersenang-senang di Pyongyang, Korea Utara sebelum akhirnya dia dipenjara dan disiksa kemudian meninggal, karena mencuri sebuah poster propaganda.

Dilansir dari dailymail pada tanggal 2 Januari 2016, Otto Warmbier ditangkap saat mereka akan naik pesawat menuju perjalanan pulang.

Pejabat Korea Utara mengatakan bahwa dia mencuri poster propaganda dari hotelnya. Pernyataan tersebut ditolak oleh kelompok tur dari Otto Warmbier.

Dia dipenjara selama 17 bulan di tahanan Korea Utara sebelum dibebaskan minggu lalu dalam keadaan koma.

Pada hari Senin, dia meninggal di sebuah rumah sakit di Cincinnati, Ohio, setelah menderita kehilangan otak yang luas yang menurut keluarganya diderita oleh penculiknya di Korea Utara.

Foto-foto terakhir Otto Warmbier di Korea Utara menunjukkan bahwa dia senang berbaur dengan penduduk setempat, minum bir, dan tertawa bersama kelompok tur teman barunya sebelum dipenjara karena mencuri poster propaganda.

Mereka menunjukkan dengan gembira sedang bermain melempar bola salju dengan latar belakang potrait Kim Jong Un dan berpose dengan wanita lokal dan anggota kelompok tur lain.

Dia bersukacita dalam semua hal tersebut dan tidak menyadari nasib mengejutkan yang menantinya di Bandara Pyongyang dimana dia ditangkap saat dia mencoba pulang pada 2 Januari 2016 karena mencuri poster di sebuah hotel.

Cuplikan pengawasan grainy tampak menunjukkan bahwa dia merobeknya.

Pihak berwenang Korea Utara mengatakan bahwa dia mencurinya dan menyamakannya dengan tindakan bermusuhan di negara tersebut dan memenjarakan Otto tanpa ampun untuk hal itu.

Teman-temannya di perjalanan mengatakan bahwa dia tidak pernah memindahkan poster itu dari hotel dan mengatakan bahwa dia berada di tempat tidur pada malam dugaan pencurian tersebut.

"Dia tidur pada malam yang dimaksud, dan keesokan paginya kami berangkat dari bandara. Dia sedang dalam suasana hati yang baik pagi itu.”

“Cerita poster tidak muncul sampai beberapa minggu kemudian. Rekaman yang dirilis Korea Utara itu kasar, dan hanya menunjukkan seseorang menurunkannya, dan bahkan tidak pergi bersamanya,” kata seorang anggota kelompok yang ingin tetap anonim.

"Tanpa hukuman, hukumannya tidak sesuai dengan kejahatan, dan sekarang malah lebih. Rejim Korea Utara yang kejam, kasar, dan barbar membunuh seorang siswa Amerika berusia 22 tahun yang tidak bersalah, dan yang lebih penting lagi adalah teman baik kita," tambahnya.

Mereka mengingat Otto dengan tawa, senyum menularnya, dan kemampuannya dalam mengasihi semua orang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved