Harga Terus Anjlok, Petani Cabai di Panjatan Kulonprogo Ketar-ketir
Perasaan ketar-ketir dirasakan petani lantaran harga jual cabai di pasaran menurun.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Para petani cabai di Pedukuhan II Bugel, Panjatan, memasuki masa panen petik kedelapan saat ini.
Namun, perasaan ketar-ketir dirasakan petani lantaran harga jual cabai di pasaran menurun.
Pada panenan awal, harga cabai merah bisa mencapai Rp20 ribu per kilogram, namun memasuki masa petik kelima harganya merosot jadi Rp10 ribu per kilogram.
Penurunan harga jual terus terjadi hingga kini menyentuh Rp7 ribu per kilogram.
Petani pun mengeluh penghasilannya tidak cukup untuk mengembalikan ongkos operasional yang harus dikeluarkan dalam penanaman cabai.
“Dengan harga jual rendah segitu, penghasilan petani jadi mepet. Hanya cukup untuk kembali modal saja,” jelas seorang petani, Rumidi, Minggu (11/6/2017).
Masa panen cabai merah di Bugel kali ini sebenarnya cukup bagus hasilnya.
Luasan lahan 2000 meter persegi bisa menghasilkan 1,5 ton cabe dalam sekali masa petik.
Hanya saja, masa panenan yang terbilang serentak dengan daerah lain membawa efek menurunnya harga jual lantaran stok cabe berlimpah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cabe-bugel_20170611_182031.jpg)