Lipsus Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Tarif Dasar Listrik Naik, Ada yang Dilema dan Ada Pula yang Pusing

Sedikit dilema, karena ibu tiga anak ini harus memutar otak untuk tetap bisa menjalankan usahanya dengan laba yang sesuai.

Tayang:
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: oda
Dokumentasi PLN Area Yogyakarta
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero atas instruksi Kementrian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) menyesuaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Mei 2017 kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) 900 Volt Ampere (VA).

Penyesuaian diwujudkan dengan mencabut subsidi 30 persen.

Tanggapan beragam muncul ke permukaan atas kebijakan pemerintah ini.

Suwarti, salah satu penjual jus di daerah Sewon, Bantul pemakai listrik 900 VA pun dibuat kaget dengan pencabutan subsidi tersebut. "Saya tahunya berarti listrik naik lagi, ongkos jadi nambah," katanya.

Sedikit dilema, karena ibu tiga anak ini harus memutar otak untuk tetap bisa menjalankan usahanya dengan laba yang sesuai.

Blender sebagai alat utama pembuat jus yang memerlukan listrik tak bisa diusik keberadaannya. Opsi lain, adalah mengurangi jumlah buah atau menaikkan harga.

Tapi dua opsi terakhir ini juga beresiko bakal mengurangi omset.

"Kalau buah dikurangi nanti jus jadi kurang enak, tapi saya bingung juga seandainya harga dinaikkan nanti pelanggan juga mikir-mikir beli mau beli di tempat saya, bisa malah mereka pilih tempat lain kata Suwarti.

Yeni Kurnia, salah satu pemilik londry di daerah Condong Catur, Sleman pemakai listrik 900 VA juga dibuat pusing dengan pencabutan subsidi.

"Takut pelanggan berkurang kalau harga dinaikkan, lihat perkembangan, kalau tempat lain naik mungkin ikut menyesuaikan harga juga," katanya.

Lain halnya Hartono, pengusaha kerajinan tatah kulit wayang asal Pandak, Bantul yang justru tenang dengan penyesuaian tarif TDL RTM 900 VA ini. Maklum, listrik bagi Hartono tak jadi sumber kebutuhan produksi utama.

"Paling cuma untuk lampu saat pengerjaan malam hari," katanya.

Namun terkadang, kebutuhan listrik untuk produksi usaha Hartono juga meninggi ketika proses semprot kulit dilakukan dengan alat bantu kompresor listrik.

Namun tetap saja, Hartono belum terlalu merasakan efek signifikan terhadap tagihan listrik menyusul penyesuaian TDL belakangan ini.

300 Ribu Pelanggan Dicabut Subsidinya

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved