Dinas Kebudayaan Yogyakarta Gelar Workshop Penulisan Sastra Jawa

Acara berlangsung di Pendopo Ndalem Notokusumo, Jalan Masjid No.5, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (18/5/2017) pagi ini.

Tribun Jogja/Pradito Rida Pertana
Workshop Penulisan Sastra Jawa yang digelar Dinas Kebudayaan Yogyakarta bertempat di Pendopo Ndalem Notokusumo, Jalan Masjid No5, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan Yogyakarta menggelar Workshop Penulisan Sastra Jawa.

Acara berlangsung di Pendopo Ndalem Notokusumo, Jalan Masjid No.5, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (18/5/2017) pagi ini.

Kegiatan yang memasuki hari kedua ini diikuti oleh puluhan peserta dari 20 kelurahan yang berada di Kota Yogyakarta.

Safrin Norasrini, Kasie Bahasa Dan Sastra Dinas Kebudayaan Yogyakarta mengatakan, permasalahan utama dari perkembangan sastra Jawa adalah keterbatasan ruang tumbuhnya pengarang Jawa karena terdegradasinya bahasa Jawa oleh perubahan kemajuan teknologi.

"Disbud Yogyakarta mengadakan kegiatan ini dengan tujuan dapat memotivasi penulis muda dan pengarang muda untuk berkembang serta diharapkan penulisan sastra Jawa tetap eksis di Kota Yogyakarta," katanya.

Lanjutnya, workshop penulisan sastra jawa hari ini akan lebih ke praktek menulis cerita jawa karena kemarin Rabu pihaknya sudah memberikan teori kepada para peserta.

Workshop ini juga dimaksudkan untuk latihan penulisan sastra jawa karena pada bulan Agustus diadakan lomba penukisan legenda Yogyakarta.

"Diharapkan dari peserta yang ikut workshop bisa turut serta dalam lomba tersebut," ucapnya.

Dalam workshop penulisan sastra Jawa ini terdapat tiga narasumber yaitu, Danu Priyo Prabowo dari Balai Bahasa, Suhindriyo dari Joko Lodhang, dan Landung Simatupang yang merupakan seorang praktisi.

"Harapannya untuk melestarikan bahasa Jawa, kan sekarang pengarang jawa sekarang tersisih dari pengarang bahasa Indonesia jadi dengan workshop ini dimaksudkan untuk menumbuhkan generasi baru pengarang bahasa jawa dan meningkatkan apresiasi serta rasa cinta terhadap sastra jawa," pungkasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved