Berliano Tonjolkan Motif Batik Emboss pada Produk Kulit

Berliano Bag kini sukses menembus pasar dengan produk dompet dan tas wanita berciri khas motif batik emboss.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/hendra krisdianto
Produk-produk Berliano Bag. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta harus berbangga lagi lantaran warganya berhasil menciptakan produk premium dari kulit sapi berkualitas.

Berliano Bag kini sukses menembus pasar dengan produk dompet dan tas wanita berciri khas motif batik emboss.

Gagasan untuk mengaplikasikan motif batik pada produk kulit ini muncul tatkala Febri Purnomo Puspo (31) melihat sebuah undangan pernikahan bermotif batik Mega Mendung.

Dalam pikirannya, motif asal Cirebon ini sangat cantik dan ingin ia tambahkan pada produk kulit.

Ide ini pun awalnya tidak berjalan mulus. Febri sempat menuai kegagalan dalam menciptakan alat press motif batik emboss tersebut. Kegagalan tersebut tentunya melahirkan kerugian finansial yang tidak sedikit.

"Namun hal tersebut tidak membuat saya menyerah, saya cari terus sampai ketemu caranya (membuat alat press-red), kemudian alat tersebut dikembangkan untuk media lebih besar lagi seperti tas," ujar pendiri brand Berliano ini.

Febri yang merupakan lulusan Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta ini sebenarnya sudah lama bermain dengan material kulit.

Hingga akhirnya pada tahun 2008, ia memberanikan diri memproduksi jaket kulit dengan juga memperkenalkan motif batik Mega Mendung. Tahun 2011 ia menambah produksi tas pria dengan tanpa merek.

Febri kemudian memperkenalkan Berliano sebagai mereknya pada tahun 2013 hingga kini. Sempat memiliki toko, namun Febri memutuskan untuk fokus berjualan secara online pada 2014.

Puncak perubahan bisnisnya pun terjadi sejak tahun 2015 dimana ia mulai meluncurkan produk-produk wanita semisal tas dan dompet.

"Perubahan segmen pasar ini otomatis mempengaruhi produksi kulitnya. Jika segmen pria dominasinya warna havana (cokelat natural) atau hitam, sementara segmen wanita banyak bermain warna-warna pastel, semisal hijau tosca, ungu, biru, pink salmon, kuning dan lain-lain. Dari warna itulah yang mengubah teknik penyamakan hingga pewarnaannya," paparnya.

Langkah Berliano untuk mengubah segmen pasarnya ini sangat tepat, karena kini brand-nya banyak diburu oleh Berliano Lovers, sebutan bagi penggemarnya.

Hanya mengandalkan penjualan melalui online saja, produk-produk Berliano sangat dinantikan dan langsung ludes ketika diunggah di akun media sosial.  

Seperti yang terjadi saat Berliano membuka Pre Order untuk produk tas wanita model Cartera motif Truntum. Tas yang dibanderol seharga Rp 640 ribu ini hanya diproduksi total 74 pieces saja, namun peminatnya mencapai 1.400an orang.

Kini Berliano melengkapi produknya dengan beragam model tas, dompet, dompet kartu, sepatu hingga aksesoris.

Harganya pun beragam, dompet dibanderol mulai Rp 200 ribuan, tas dijual mulai Rp 600 ribuan tergantung ukuran serta kerumitan desainnya.

"Tas dan dompet masih jadi favorit, dalam sebulan kami bisa memproduksi 300 pieces dompet dan 200 pieces tas dengan banyak model," lanjutnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved