Dalam Semalam Dua Aksi Klithih Terjadi di Sleman

Anggota polisi tersebut dipepet oleh dua lelaki tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor matic.

Penulis: Santo Ari | Editor: oda
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus klithih kembali terulang, dalam sehari terdapat dua kasus klithih di wilayah Sleman. Seorang tukang ojek online dan satu lagi seorang anggota polisi disabet senjata tajam pada Jumat (21/4/2017) dini hari.

Kasus pertama dialami oleh, anggota polisi Aiptu Bachtiar Leuhat (58), di Jalan Magelang KM 6 tepatnya di kawasan Balai Desa Sendangadi Mlati Sleman.

Anggota polisi tersebut dipepet oleh dua lelaki tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor matic.

Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba salah seorang pelaku menyabetkan senjata tajam hingga melukai tangan kanan korban yang tinggal di asrama polisi Polsek Donokerto Turi ini.

“Korban harus mendapatkan perawatan medis, ia mendapat jahitan di tangannya yang terluka," ungkap Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria.

Adapun saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor dari arah selatan ke utara.

Sementara pelaku muncul dari belakang, dan usai membacok langsung kabur berbalik arah memanfaatkan kawasan putar balik yang berada tidak jauh dari lokasi penganiayaan.

Aksi klithih kedua berlangsung di Jalan Perumnas Seturan, Caturtunggal Depok Sleman sekira pukul 02.30.

Seorang tukang ojek online bernama Wintolo Irianto (35), warga asli Kebumen mengalami luka sayat di punggungnya, dan harus mendapat jahitan sepanjang 10 centimeter.

Berdasarkan laporan kepolisian, ia dipepet oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor matic berwarna putih.

Di peristiwa kedua ini, senjata pelaku berupa clurit tersangkut di tas punggung korban dan saat ini sudah berhasil di amankan.

Kapolsek Depok Timur Kompol Andrey Valentino menjelaskan, saat kejadian korban sedang bertugas mengantar pesanan makanan ke pelanggan.

Ketika mencari alamat yang akan dituju, dari belakang datang pelaku yang langsung memepetnya.

Seketika itu pelaku melayangkan senjata tajam dan langsung tancap gas melarikan diri. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penelurusan terhadap dua kejadian tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved