Menteri Lingkungan Hidup Resmikan Pasar Ekologi di Gunungkidul
Sesuai dengan intruksi presiden, usaha pertambangan perlu ditata kembali. Tindakan tegas dilakukan pada penambangan tanpa izin.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, meresmikan pembangunan Pasar Ekologi Argowijil, di Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Selasa (18/4/2017).
Pembangunan pasar ekologi Argowijil ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan.
"Pasar Ekologi ini dibangun sebagai upaya pemulihan lahan yang rusak akibat usaha pertambangan rakyat setempat," ujar Siti Nurbaya, pada peresmian Pasar Ekologi Argowijil, di Desa Gari, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (18/4/2017).
Nurbaya mengatakan, sesuai dengan intruksi presiden, usaha pertambangan perlu ditata kembali. Tindakan tegas dilakukan pada penambangan tanpa izin. Kaitannya usaha pertambangan rakyat, diperlukan bimbingan kepada masyarakat.
Namun jika usaha pertambangan rakyat terpaksa ditinggalkan, maka harus ada upaya untuk mengalihkan mata pencaharian, salah satunya dengan pembangunan Pasar Ekologi Argowijil.
"Selain dapat memulihkan lingkungan, juga dapat membawa dampak yang baik untuk masyarakat. Pasar ini menjadi contoh yang baik dan harus diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia," ujar Nurbaya.
Siti Nurbaya pun mengapresiasi Pemerintah Daerah atas berdirinya Pasar Ekologi Argowijil, lebih penting lagi pengelolaan pasar oleh BUMDes dinilai dapat mendorong ekonomi desa serta keterlibatan generasi muda diharapkan dapat lebih kreatif dalam pengelolaannya.
Hadir juga dalam peresmian pasar, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan, keberadaan pasar ini dapat bermanfaat dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia mengatakan, pengelolaan pasar yang melibatkan BUMDes dapat memberikan nilai tumbuh untuk desa, termasuk pengelolaannya yang melibatkan generasi muda yang kreatif dan inovatif.
'"Anak-anak muda kita kreatif dan inovatif, sehingga dengan pemikiran mereka,desa menjadi tumbuh, dan pasar menjadi ramai. Produk yang dijual pun merupakan produk lokal masyarakat setempat," tutur Sultan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menandatangani-prasasti-peresmian-pasar-ekologi-argowijil_20170418_161412.jpg)