Menteri Pendidikan Pastikan UNBK SMA Berjalan Lancar

Kesiapan UNBK di seluruh SMA di Indonesia telah mencapai 80 persen SMA. Sisanya masih mengalami kendala pada jaringan listrik dan koneksi internet.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
tribunjogja/rendika ferri k
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja ke MIN Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (9/4/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA pada tanggal 10-13 April mendatang dapat berjalan lancar.

Ia mengatakan, tingkat kesiapan UNBK di seluruh SMA di Indonesia telah mencapai 80 persen SMA. Sisanya masih mengalami kendala pada jaringan listrik dan koneksi internet karena jarak sekolah yang terpencil.

"Saya optimis semuanya lancar," kata Muhadjir pada kunjungan kerjanya ke MIN Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (9/4/2017).

Kesiapan UNBK ini juga tergantung dari kebijakan pemerintah propinsi. Beberapa daerah masih menyatakan belum siap kendati ditingkat sekolah sudah menyatakan sudah siap.

Oleh karena itu, sekolah yang belum dapat melaksanaan UNBK, ujian terap dapat dilakukan secara manual menggunakan kertas.

"Contohnya seperti di Wakatobi, Sulawesi tenggara, propinsi menyatakan belum siap, padahal di smknya sudah siap menggunakan komputer. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan lain," tutur Muhadjir.

Terkait persoalan yang dialami siswa SMK yang gagal mengunduh soal ujian, Muhadjir langsung memerintahkan untuk mengganti semua soal yang membutuhkan resolusi tinggi.

Pasalnya, tak semua sekolah memiliki komputer yang dapat membaca soal ujian tersebut.

"Soal kami minta untuk diganti, karena tiap sekolah belum tentu memiliki komputer yang dapat membaca soal," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada sekolah untuk dapat melaporkan semua persoalan yang berkaitan dengan UNBK kepada Propinsi. Setiap provinsi sudah memiliki 'desk help' yang bertugas menindaklanjuti jika ditemukan persoalan dalam pelaksanaan ujian.

"Kami sudah siapkan tim di setiap propinsi, jikalau ada persoalan dapat langsung melapor untuk segera ditangani tim. Setiap sekolah pun sudah ada tim teknis masing-masing,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved