Bahan Baku Tebu Giling Terus Berkurang
Hal ini dipengaruhi rendahnya minat petani untuk menanam tebu dibandingkan tanaman lainnya.
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kondisi bahan baku tebu giling terus mengalami penurunan hingga berdampak pada gula yang diproduksi pabrik gula di bawah naungan PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX.
Hal ini dipengaruhi rendahnya minat petani untuk menanam tebu dibandingkan tanaman lainnya.
Direktur Operasional PTPN IX, Satrijo Wibowo mengatakan saat ini baru sekitar 30 persen dari tanaman tebu yang ada di Klaten yang digiling di Pabrik Gula Gondang Baru.
Hal tersebut menunjukkan adanya permasalahan dalam penyerapan tebu asal Klaten sendiri.
“Kami mengakui ada kecenderungan banyak bahan baku (tebu) yang berasal dari Klaten yang justru terserap keluar, selisihnya sangat besar,” katanya ditemui usai rapat koordinasi lintas sektoral di aula PG Gondang Baru, Kamis (23/3/2017).
Catatan PG Gondang Baru, pada 2016 terdapat 1.030 hektare luas lahan tanam tebu.
Lahan tersebut memiliki produksi hingga 67.512 ton tebu. Namun hanya 21.944 ton yang terserap atau 33 persen dari total produksi tebu di Klaten.
Sementara sisanya 67 persen atau 45.568 ton terserap keluar.
Sayangnya, menurutnya tebu yang terserap keluar tersebut masuk dalam produksi pabrik gula non-BUMN. Sebagian besar terserap ke Yogyakarta dan Pati.
“Kondisi ini terjadi karena yang membutuhkan bahan baku bukan hanya PG (pabrik gula) BUMN. Sementara jumlah bahan bakunya sedikit,” ungkapnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tebu_kdhbgdsg_20160821_175516.jpg)