Puluhan Ribu Penduduk Bakal Padati Bantul

Wilayah yang memungkinkan berkembang yakni Bantul bagian timur dan Bantul bagian barat.

Penulis: usm | Editor: oda
tribunjogja/agungismiyanto
Perumahan tumbuh subur di kawasan Guwosari, Pajangan, Bantul. Hal ini sebagai dampak rencana pembangunan kampus II UIN Sunan Kalijaga, banyak warga yang mulai membeli properti di wilayah ini. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Perkembangan pertumbuhan ekonomi di wilayah Projotamansari, menjadikan wilayah ini kini berpotensi menarik puluhan ribu penduduk anyar.

Wilayah yang memungkinkan berkembang yakni Bantul bagian timur dan Bantul bagian barat, lantaran di dua wilayah tersebut ada dua sentra kawasan industri dan juga ada rencana pendirian Kampus II salah satu kampus negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul, Isa Budi Hartomo menjelaskan jika pertumbuhan kawasan Bantul bagian barat tersentra di Kecamatan Sedayu, Pajangan, dan Kasihan.

Khusus di Sedayu terdapat kawasan industri Sedayu, sementara di Pajangan bakal berdiri Kampus II Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN-Suka).

Sementara di Bantul bagian timur ada di Kecamatan Piyungan yang juga terdapat kawasan sentra industri.

Selain di dua wilayah tersebut, menurut Isa masih ada satu wilayah lagi di Bantul yang berpotensi mengalami pertumbuhan penduduk signifikan, yakni di wilayah Bantul bagian selatan karena adanya Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).

Sebab itu kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dinilai perlu lakukan antisipasi, agar kepentingan para penduduk temporer dan penduduk yang menetap cukup lama terakomodir, tapi tidak bertentangan dengan tata ruang yang ada.

Lanjut Isa, menurut dia nantinya di wilayah Pajangan dan Sedayu diprediksi bakal ada penambahan 22 ribu penduduk anyar, dengan sekitar 15 ribu di antaranya karena adanya rencana pembangunan Kampus II UIN-Suka.

Sementara di Piyungan, diprediksi ada tambahan sekitar 70 ribu penduduk.

"Angka 70 ribu itu terpenuhi bila 305 hektare lahan (kawasan industri Piyungan) terpenuhi," ungkap mantan sekretaris Disperindagkop Bantul ini, Senin (6/3/2017).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian Bantul, Sulistiyanto menambahkan jika di Kawasan Industri Piyungan (KIP) dikonsep mencangkup dua desa, yakni Desa Srimulyo dan Sitimulyo.

Dengan perkiraan KIP mampu menyerap 70 ribu tenaga kerja, dan asumsinya setiap hektare kawasan tersebut mampu menyerap sekitar 500 tenaga kerja.

"Asumsinya, jika luas lahan yang digunakan untuk satu pabrik seluas 150 hektare," sebutnya.

Untuk saat ini, Sulis, sapaan Sulistiyanto menyebut jika baru ada sekitar delapan perusahaan yang beroperasi di Sitimulyo, dengan tenaga kerja yang terserap sekitar 11 ribu orang.

Jika di kawasan tersebut sudah berjalan optimal, diperkirakan 70 tenaga kerja bakal memadati sentra kawasan industri tersebut, baik pekerja lokal maupun luar daerah.

"Kalau untuk pekerja ada yang dari Bantul, kalau keinginan kami 70 persen di antaranya warga Bantul," lugasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved