Smart Woman
Lola Menjelma Jadi Karakter Idola
Bermodalkan wardrobe pinjaman, awalnya Lola merasa aneh lantaran banyak orang mengajaknya untuk berfoto.
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cosplay rupanya tak hanya sekedar hobi bagi Lola Zieta Azelien. Selain berkesempatan untuk menjelma jadi karakter idola, dara cantik ini kini kian percaya diri tampil di depan umum.
Ketertarikan dengan cosplay sudah dialami Lola sejak duduk di bangku SMA. Namun kesempatan untuk menjajal cosplay baru tercapai saat ia menempuh perkuliahan di ISI Yogyakarta.
Tepatnya pada tahun 2013, Lola pun tampil perdana dengan kostum seragam sekolah Jepang.
Bermodalkan wardrobe pinjaman, awalnya Lola merasa aneh lantaran banyak orang mengajaknya untuk berfoto. Namun keseruan itu terus berlanjut pada event tahun 2014, yang menyadarkan Lola terhadap dunia cosplay.
"Akhirnya aku tahu, kalau ada orang yang suka cosplay pasti akan minta foto bareng. Selanjutnya aku menikmati hobi ini, diminta senyum untuk foto-foto pun tidak kerasa pegel lagi. Kalau ada orang minta foto bareng itu merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya yang udah kita lakukan selama ini untuk mewujudkan karakter tersebut," ujar dara asli Sumatera ini.
Semua hal yang berkaitan dengan cosplay, dipelajari Lola secara otodidak, termasuk cara berpenampilan hingga make up.
Untuk kostum-kostum yang dikenakan, ia biasa mendapatkannya dengan membeli, memesannya melalui kostum maker atau membuat sendiri.
Jika membuat sendiri, biasanya dilakukannya jika ingin mengikuti kompetisi saja, karena waktu untuk menciptakan kostum tidaklah sebentar.
"Semua dipelajari ini otodidak tapi banyak yang ngajarin, aku jadi semakin suka dunia cosplay. Bisa dikatakan, aku bisa menjadi seperti ini karena peran banyak pihak," tambah dara berkulit putih ini.
Ingin konsisten dengan karakter yang ditampilkan, Lola pun terkadang membawa sifat dan sikap karakter tersebut saat photoshoot atau performing.
Namun saat menyapa orang, ia mengaku tidak akan berakting lantaran tidak semua orang mengetahui sifat karakter yang ditampilkan.
"Takutnya kalau orang engga tahu, nanti aku dikira judes, padahal itu hanya akting aja. Makanya kalau ketemu orang atau selfie, aku langsung switch jadi diri sendiri," kata perempuan kelahiran 1995 ini.
Hobi cosplay akhirnya menuntun Lola untuk mengikuti kompetisi cosplay dan membawanya untuk menjadi perwakilan cosplay Indonesia di Tokyo.
Pengalaman tak ternilai tersebut banyak memberinya pengetahuan dan dukungan untuk lebih percaya diri menggeluti dunia cosplay.