Wisata Alam Watu Payung, Dulunya Tempat Bersembunyi Masyarakat Dari Serangan Belanda
Sebuah tempat yang sunyi tersebut ternyata adalah tempat wisata. Adalah Watu Payung sebuah tempat wisata yang sudah lama terhenti pembangunannya.
Penulis: gsk | Editor: oda
"Pengunjung masih mengeluhkan jalur batuan padas itu, selain batuan yang besar-besar, kalau musim hujan batuan padas kapur itu menjadi sangat licin", ujar Dani.
Walau begitu susah payah dan kegigihan pengunjung untuk mencapai lokasi Watu Payung, akan terbayar lunas, dalam sekejap ketika menikmati panorama alam yang disuguhkan. Mulanya akan terasa biasa saja,
Ketika berada di depan lokasi tersebut. Hanya tampak sebuah bongkahan batu besar yang menyerupai payung, lalu gazebo-gazebo yang sudah tampak usang, serta pepohonan jati yang rindang.
Tetapi ketika anda terus berjalan menuruni jalan tanah setapak, anda akan disuguhkan panorama landscape yang menawan. Dimana dari kejauhan tampak aliran sungai Oya yang membelah bukit Kediwung.
Pemandangan alam yang indah tersebut, menjadi Istimewa ketika matahari sore dari sisi barat menyinari bagian tengah bukit yang terbelah sungai tersebut.
Sungai Oya yang berwarna kecoklatan itu, nampak megah ketika bersanding dengan bukit dikanan kirinya. Sebuah Panorama alam yang layak untuk diabadikan.
Udara segar di daerah tersebut, menjadi salah satu bagian yang tak terelakkan sembari menikmati sunyinya sore di tepi bukit.
Selain itu beberapa tempat menarik juga bisa anda kunjungi ketika berada di kawasan wisata Watu Payung. Seperti, goa pertapaan di sebelah lereng bukit, yang konon digunakan untuk tempat bertapa para sesepuh di daerah tersebut.
Salah satu desa yang letaknya berdekatan dengan obyek wisata Watu Payung adalah desa Sumber.
Menurut Suhadi yang juga mantan kepala desa pedukuhan Sumber, Obyek wisata Watu Payung saat ini menjadi salah satu perhatian UNESCO.
" Ada tiga wilayah yang saat ini menjadi perhatian UNESCO untuk dikembangkan, yaitu Wonogiri di Jawa Tengah, Pacitan di Jawa Timur, dan salah satunya Watu Payung di Daerah Istimewa Yogyakarta", ungkap Suhadi sore itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/watu-payung_20170227_173020.jpg)