Mencicipi Sate Kuda Gondolayu yang Empuk dan Kaya Manfaat

Tidak seperti warung sate pada umumnya, warung ini mengolah daging kuda sebagai menu utamanya.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
Mencicipi Sate Kuda Gondolayu yang Empuk dan Kaya Manfaat - sate-kuda2_20170226_083633.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Sate Kuda Gondolayu
Mencicipi Sate Kuda Gondolayu yang Empuk dan Kaya Manfaat - sate-kuda_20170226_083553.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Sate Kuda Gondolayu
Mencicipi Sate Kuda Gondolayu yang Empuk dan Kaya Manfaat - sate-kuda3_20170226_083701.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Sate Kuda Gondolayu

Laporan Reporter Tribun Jogja/ Gilang Satmaka

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sate Kuda Gondolayu merupakan warung kuliner yang menyajikan menu daging kuda yang lezat.

Tidak seperti warung sate pada umumnya, warung ini mengolah daging kuda sebagai menu utamanya.

Warung ini berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Nomor 25, Gondolayu, Jetis, Yogyakarta, tepatnya di selatan jembatan Gondolayu, pinggir bantaran kali Code.

Menurut Suroyo, seorang karyawan Warung Sate tersebut, Warung ini sudah ada sejak tahun 1997.

"Dulu yang merintis warung ini adalah Bu Kainem, Tetapi sejak ia meninggal, Warung ini diurus oleh anaknya yang bernama bu Sandra Suparti. Dulu warung sate kuda ini berada dipinggir jalan Gondolayu, karena lahannya dijual, sekarang pindah di bawah, pinggir kali Code ini," ungkap Suroyo.

Cara penyajiannyapun berbeda dengan sate pada umumnya. Sate Kuda Gondolayu ini bumbunya terpisah.

Sate Kuda disajikan kering sehabis di panggang, baru bumbu berupa sambal kecap bisa ditambahkan sesuai selera.

Tekstur sate Kuda di warung tersebut sama sekali tidak alot apalagi keras.

Empuknya daging serta rasa gurih dan asin sebelum dilumuri bumbu kecap, menjadi citarasa dan selera tersendiri bagi pelanggan.

Harum bumbu rempah-rempah yang masih terasa, dibalut dengan tekstur daging yang lembut, membuat pelanggan ingin menambah lebih porsi Sate Kuda tersebut.

Selain itu nasi hangat yang dihidangkan bersama sate, sangat cocok dinikmati sembari melihat bantaran kali Code.

Apalagi saat cuaca hujan, menjadi sensasi tersendiri saat makan di warung sederhana dengan bentuk lorong yang memanjang itu.

Redup lampu-lampu rumah di bantaran kali Code dari kejauhan, membuat nyaman suasana di warung tersebut.

Suroyo juga menuturkan setiap harinya warung tersebut menjual habis kira-kira lima kilogram daging Kuda.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved