Pemkab Diminta Perkuat Policy Urusan Kepemudaan
Dia menyadari jika pendidikan formal penting, tapi jangan sampai realisasinya urusan kepemudaan dan olahraga menjadi anak tiri.
Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Untuk menanggulangi fenomena klitih yang sekarang marak terjadi di sejumlah tempat, termasuk di Kabupaten Bantul.
Kalangan legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul harus memberikan perhatian lebih buat kalangan muda.
Langkah yang bisa diupayakan jajaran eksekutif seperti menelurkan policy dan mengelurkan budget lebih untuk urusan kepemudaan dan olahraga.
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Setiya menganggap fenomena klitih yang kerap melibatkan remaja yang notabene pelajar, membuktikan jika pemerintah tidak bisa menggantungkan pendidikan generasi muda ke pendidikan formal semata.
Sebab itu, perlu ada terobosan dari pemkab untuk membuat policy yang berpihak ke kalangan muda.
“Policy yang saya maksud lebih kepada keberpihakan (pemkab) dalam menyusun prioritas program,” jelasnya, Rabu (22/2/2017).
Membuat ruang terbuka sebagai area berekspresi kalangan muda untuk menyalurkan energi dinilai bagus oleh Setiya.
Namun yang lebih penting lagi yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), seperti dengan menumbuhkan moral kepemimpinan melalui organisasi kepemudaan di Bantul.
“Selain itu pemkab juga bisa memberikan perhatian lebih buat pemuda yang berprestasi di bidang olahraga, atau dengan menubuhkan wirausaha muda,” paparnya.
Sebab itu, menurut Setiya policey dan budget untuk urusan kepemudaan dan olahraga di Bantul mesti diperkuat. Jangan sampai kedua sektror tersebut kalah dalam pembiayan pendidikan formal.
Dia menyadari jika pendidikan formal penting, tapi jangan sampai realisasinya urusan kepemudaan dan olahraga menjadi anak tiri.
“Kalau ada klitih, kita semua baru sadar kalau urusan pemuda dan olahraga itu besar,” akunya.
Apalagi kondisi saat ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki bonus demografi, dengan ledakan cukup besar di usia produktif.
Sebab itu, perlu ada upaya preventif dari pemerintah untuk mengarahkan kegiatan kepemudaan di Bantul ke arah positif, sehingga kalangan muda tak beralih ke tindakan kriminal macam klitih.
“Kami meminta komitmen eksekutif untuk memberikan policy dan budgetting yang besar untuk urusan ini,” tegasnya.
Setiya hanya khawatir, jika tidak ada upaya preventif serius dari pemerintah bakal terjadi ledakan problem kepemudaan, termasuk di Bantul.
Padahal kalangan pemuda merupakan pondasi bangsa, yang bisa diberdayakan untuk penopang kemandirian bangsa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/klitih_2712_20161227_144032.jpg)