Ratusan Pedagang Kembali Tempati Pasar Srago
Ratusan pedagang kembali menempati dan beraktifitas di Pasar Srago, Klaten Tengah setelah lebih dari setahun berada di pasar darurat.
Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan pedagang kembali menempati dan beraktifitas di Pasar Srago, Klaten Tengah setelah lebih dari setahun berada di pasar darurat.
Hal tersebut menyusul rampungnya proyek revitalisasi Pasar Srago.
Ketua Paguyuban Pedagang Rukun Makmur Pasar Srago, Panut Hadi Lukito mengatakan selama proses pembangunan Pasar Srago, aktifitas perdagangan dialihkan di pasar darurat.
Total 19 bulan pedagang menempati pasar darurat.
"Setelah 19 bulan, tanggal 31 Januari boyongan dilakukan dari pasar darurat menempati bangunan baru Pasar Srago," katanya saat ditemui wartawan, Selasa (14/2/2017).
Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pedagang kembali menempati los dan kios yang ada. Hal ini lantaran pedagang lama sudah terdaftar sebelumnya.
Terdapat sekitar 500 pedagang, baik yang menempati oprokan, los, maupun kios.
"Sudah didaftar, termasuk penempatannya. Sehingga saat boyongan, tidak terjadi masalah di kalangan pedagang. Yang jelas saat ini pedagang sudah lega bisa kembali berjualan dengan bangunan yang baru," ungkapnya.
Panut mengatakan jumlah kios dan los sudah sesuai dengan jumlah pedagang dan terdata dengan baik. Sehingga gesekan antar pedagang dapat dihindari.
"Adem ayem, tak ada keluhan. Pembagian kios dan los lancar tanpa masalah. Semua senang karena pasar jadi nyaman dan bersih," ujarnya.
Lurah Pasar Srago, Agus Setiyono mengatakan total terdapat 120 kios dan 2 los dengan kapasitas masing-masing berkapasitas 100 pedagang.
Selain itu, terdapat pedagang oprokan yang juga berjualan sehari-hari di dalam bangunan maupun di luar bangunan pasar. (tribunjogja.com)