Istika Bawakan Tarian Gandrung Hingga ke Australia
Ragam tari nan elok tersebutlah yang membuat Istika Rani kecil tertarik. Sejak SD seni tari sudah memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Penulis: app | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ragam suku bangsa di Indonesia menelurkan bermacam seni tradisi. Salah satu yang menjamur adalah seni tari.
Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tari sendiri-sendiri. Mirip seperti ragam bahasa nusantara, tari juga memiliki keunikan tersendiri dari tiap-tiap sukunya.
Ragam tari nan elok tersebutlah yang membuat Istika Rani kecil tertarik. Sejak SD seni tari sudah memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Meski mengaku hanya sekedar hobi, torehan prestasi tak luput berkat keluwesan gerak dan lentik jarinya tersebut.
"Saya suka menari sejak masih SD, tapi mulai SMA baru bisa menyalurkan bakat tari tersebut," ujar dara kelahiran Lampung 24 tahun lalu tersebut.
Bak gayung bersambut, hobi menari Istika tersebut ditunjang oleh kakaknya yang memiliki sanggar tari di Jawa Timur tepatnya Banyuwangi.
Di sanggar tersebutlah kecintaanya terhadap tari semakin terpatri tatkala ia mulai mengenal jenis tari macam Gandrung, Sabuk Mangir, Among, Padang Bulan, dan Paju Gandrung.
"Kakak saya kebetulan punya sanggar sehingga saya ikut berlatih sejak awal di situ," jelas alumni Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta tersebut.
Meski seorang penari harus terus mengembangkan kemampuannya dengan belajar berbagai jenis tarian, namun ada satu tarian yang paling Istika sukai. Gerakan tarian Sri Ganyong sebut istika mewakili feminisme. Bentuk ketegaran seorang perempuan.
"Tarian yang paling saya suka adalah tari Sri Ganyong karena tarian itu sangat energik yang memiliki arti kekuatan seorang wanita selama menghadapi setiap masalah tetapi tidak menghilangkan sifat anggunnya wanita," tegasnya.
Berbicara tentang prestasi, sederet penghargaan pun mampu diraihnya dari taraf Kabupaten hingga Internasional. Mulai dari perlombaan tingat Kabupaten Banyuwangi, tingkat Provinsi, hingga tingkat Nasional di Yogyakarta beberapa tahun lalu.
"Alhamdulillah pernah menjadi juara, yaitu juara 1dan juara 3 sebagai penyaji unggulan dan penyaji terbaik," ceritanya.
Selama menekuni dunia tari, penampilan yang paling mengesankan menurutnya pada saat Istika bisa tampil di Australia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/istika-rani_20170206_200941.jpg)