Hijab Tak Batasi Impian Puteri Muslimah Ini

Keinginan berkompetisi di bidang peagent justru baru datang saat ia menetapkan untuk menutup auratnya sejak tahun 2012 silam.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
tribunjogja/bramasto adhy
Helen Fransiska Sandi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keputusan Helen Fransiska Sandi untuk berhijab ternyata tidak menghalanginya untuk mengikuti ajang kecantikan.

Keinginan berkompetisi di bidang peagent justru baru datang saat ia menetapkan untuk menutup auratnya sejak tahun 2012 silam.

Helen, begitu dara cantik ini akrab disapa, sempat menjajal ajang Duta Lalu-Lintas Jawa Timur 2013 dan Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur 2014 yang kemudian berhasil menjadikannya sebagai finalis.

Prestasi gemilang pun pernah disandangnya sebagai 1st Winner Duta Wisata Dimas-Diajeng Kabupaten Ngawi 2013.

Keinginan bungsu dua bersaudara ini untuk terjun ke dunia peagent beralasan, bidang ini relevan dengan penampilan hijabnya saat ini.

Ia merasa, hobi ngeband yang kerap dilakoninya sejak SMA sudah tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama.

Helen yang bercita-cita ingin mengikuti Puteri Indonesia ini pun akhirnya memberanikan diri mendaftarkan pada kompetisi Puteri Muslimah Indonesia 2015.

Baginya, ajang kecantikan berskala nasional ini mirip dengan Puteri Indonesia namun dikemas lebih muslimah.

"Nyambung dengan penampilan hijab," ujarnya beralasan.

Harapan untuk menyabet gelar juara sempat pupus lantaran ia tidak masuk daftar finalis yang bertarung ke tingkat nasional.

Tidak menyerah, dara asli Ngawi inipun mendaftar kembali pada ajang Puteri Muslimah Indonesia 2016.

"Saat ikut kedua kalinya, saya lebih santai dan tidak berambisi untuk menjadi pemenang. Berbeda dengan 2015 saya sudah membeli baju-baju bahkan menyewa make up artist untuk dandan, waktu 2016 saya justru menyiapkan baju yang sudah ada saja dan dandan sendiri. Justru karena dijalani dengan santai, malah masuk finalis 10 besar di Jakarta," papar dara kelahiran 1994 ini.

Menurutnya, mengikuti ajang kecantikan dapat membuka kesempatan untuk mengembangkan diri. Termasuk finalis-finalis lain yang kini sudah banyak menjadi artis maupun pendakwah.

Namun bagi Helen, kompetisi tersebut menjadi ajang pembuktian diri, bahwa berhijab ternyata tidak menghalanginya untuk berkegiatan secara positif.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved