Fase Sepi Hidup Wiji Berlanjut Hingga Kini

Jangan harap ada babak heroik seperti Wiji berdemonstrasi menentang kesewenang-wenangan pemilik modal memeras tenaga pekerjanya

Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Mojok
Wiji Thukul 

"KIRIK!" Begitu yang diucapkan oleh tokoh Wiji Thukul dalam satu adegan film Istirahatlah Kata-Kata yang saya tonton gratisan di Empire XXI, Balapan, Yogyakarta, tempo hari.

Kata bahasa Jawa itu bermakna sangat luas dalam garis besar film yang menggambarkan fase sepi dalam kehidupan penyair cum aktivis pergerakan buruh yang memang benar-benar berasal dari kaum buruh itu sendiri.

Wiji pernah menjadi calo tiket bioskop, buruh lepas pelitur mebel, dan lainnya.

Jangan harap ada babak heroik seperti Wiji berdemonstrasi menentang kesewenang-wenangan pemilik modal memeras tenaga pekerjanya untuk diganti upah tak seberapa. Film garapan Yosep Anggi Noen ini benar-benar sunyi.

Pun ketika Wiji yang pada medio 1996 kabur dari kejaran aparat ke Pontianak pascakerusuhan Kudatuli, tak ada adegan menegangkan semisal aparat membuntutinya di rumah Thomas atau Martin.

Tapi suara piring berdenting saat bersentuhan dengan sendok dan gesekan karet gelang yang diikatkan ke pangkal pensil untuk menghapus tulisan di kertas, adalah penggambaran betapa sunyinya hidup Wiji kala itu.

Hingga akhirnya, suara sapu bergesekan di lantai oleh Sipon sebagai pengantar terakhir kalinya dia bertemu dengan sang suami, merupakan encore berengsek bagaimana rezim kala itu sangat takut dengan penyair kerempeng yang tak becus melafalkan huruf "R" tersebut.

Bukankah keresahan pada puisi-puisi Wiji Thukul yang ditulis sejak 1980-an sampai kisah hidupnya tandas masih terjadi sampai sekarang? Coba cek gugatan pertama yang masuk ke Pengadilan Tata Usaha Negara DIY tahun ini.

Sejenak hal tersebut ramai dibahas di berita kepala surat kabar, aksi-aksi damai di tepi jalan maupun di teras gedung wakil rakyat. Setelah itu, semua lindap, sunyi, sepi. Negara bergeming. (hendy kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved