Meretorasi Furnitur Lama ala Jovinco

Banyak memiliki referensi tentang vintage, Fadil sempat membuat furnitur yang memang ingin dipakainya sendiri.

Tayang:
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: oda
Ist
Jogja Vintage Corner (Jovinco). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Digawangi Syam Fadil Muhammad (23) dan Ghaniy Ridhianto (33), Jogja Vintage Corner (Jovinco) hadir menawarkan ide bisnis yang tak biasa.

Sepasang kakak beradik ini memproduksi furniture vintage bergaya skandinavian dari kayu-kayu jati tua.

Memiliki bisnis furnitur tidak pernah menjadi rencana Fadil. Ia bersama keluarga awalnya memang menyukai barang-barang vintage, hingga rumahnya dipenuhi furnitur lawas.

Banyak memiliki referensi tentang vintage, Fadil sempat membuat furnitur yang memang ingin dipakainya sendiri.

Dengan bantuan tetangga yang kebetulan berprofesi sebagai tukang sofa, rupanya produk ciptaan Fadil mendapat perhatian teman-temannya.

Peluang itu akhirnya diambilnya untuk menjadikan furnitur vintage sebagai bisnisnya sejak tahun 2013.

"Saya suka barang-barang vintage karena auranya berbeda, terlebih barang-barang pada era 1960-1970an yang style-nya kekal," ujar Fadil saat ditemui di lokasi Workshop Jovinco yang berlokasi di Krapyak, Wedomartani, Sleman.

Melalui usahanya ini, Jovinco melayani tiga jasa yakni repro, reclaim dan repair.

Dalam jasa reclaim, Jovinco bisa memperbaiki furniture tua yang rusak, baik yang berbahan kayu maupun besi.

Untuk repair, Jovinco dapat memperbarui finishing furnitur koleksi pelanggannya. Sementara repro merupakan pembuatan furniture baru dari kayu jati berumur tua.

"Belakangan kami lebih banyak repro dengan kendala sulitnya mencari bahan baku berupa kayu jati yang berkualitas. Semua kayunya menggunakan kayu jati bekas bongkaran yang umurnya di atas 30 tahun. Jati sendiri dipilih karena kualitasnya sudah teruji, bisa awet seumur hidup," katanya.

Dari kayu bekas bongkaran rumah tersebut, Jovinco bisa memproduksi set kursi maupun meja.

Sementara untuk kayu-kayu besar, ia bisa memproduksi buffet, tempat tidur, lemari, daun pintu maupun benda-benda lain yang berbahan kayu.

Tak hanya mementingkan kualitas, Jovinco memberikan keunikan pada desain produknya.

Fadil mengatakan, ia memberikan sentuhan rasa Skandinavia dan Mid Century pada setiap produk yang diluncurkan.

"Berbeda dengan pemain lain yang lebih main ke desain antik, kami lebih ke Skandinavian sehingga segmen kami lebih jelas, lebih eksklusif, yakni menengah ke atas," bebernya.

Sekalipun menghadirkan produk dengan taste yang lebih segar, Jovinco banyak mengerjakan custom order dari pelanggannya.

Pelanggan bisa mengirimkan konsep yang diinginkan, kemudian Jovinco merealisasikannya.

Namun tak jarang, konsep yang dibuatnya untuk seorang pelanggan, akan diorder pelanggan yang lain lagi.

"Untuk repeat order oleh pelanggan yang berbeda, kami selalu melakukan perbaikan agar produk semakin baik," tambahnya.

Karena mengutamakan kualitas, produk-produk Jovinco dibanderol dengan harga yang realistis, mulai Rp 2,5 juta untuk sebuah kursi hingga belasan juta untuk set furniture.

Kursi masih menjadi produk favorit karena dimensi barangnya lebih jelas dibanding produk lain. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved