Penolakan Camat Beda Keyakinan
FKUB Bantul Minta Persoalan Pajangan Disikapi Bijak
Menurut Yasmuri, persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara-cara baik, dengan mengedepankan diskusi dan musyawarah.
Penulis: usm | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul, Yasmuri meminta agar masyarakat Pajangan jangan terbawa emosi.
Terkait dengan desakan warga Pajangan agar camat yang baru ditunjuk, Yulius Suharta diganti.
Baca: Warga Tolak Camat Hanya Karena Beda Keyakinan
Menurut Yasmuri, persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara-cara baik, dengan mengedepankan diskusi dan musyawarah.
Menurut Yasmuri, secara legal formal memang tidak ada permasalahan dalam penunjukan camat baru di Pajangan.
Tapi dia memberikan catatan, agar kedepan pemkab lebih bijak dalam melihat permasalahan.
Pasalnya sebelum kasus penolakan Camat Pajangan muncul, Oktober 2016 lalu salah satu ormas mempermasalahkan keberadaan Patung Wajah Kerahiman dan Taman Doa Santa Maria Pajangan.
Untuk penyelesaian kasus ini, FKUB Bantul menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati Bantul, Suharsono.
Apalagi Yasmuri menyebut pihaknya mendengar telah ada solusi dari bupati.
Memang saat ini Bupati Bantul, Suharsono sudah mendapatkan masukkan dari berbagai pihak.
Salah satu masukan itu adalah dengan memindahtugaskan Yulius ke Kecamatan Bambanglipuro, yang notabene di sana banyak warga kristen.
Sebelumnya Suharsono berujar tidak akan begitu saja mengambil keputusan, untuk memindah atau menonaktifkan Yulius sebagai Camat Pajangan.
"Tidak akan langsung saya berhentikan atau saya pecat. Dia (Yulius) kerja saja belum dan tidak ada kesalahan kok dipecat. Saya memilih pejabat itu tidak melihat agamanya apa, apakah Islam, Katolik, Protestan, Hindu, atau Budha tidak jadi pertimbangan, saya hanya melihat kinerjanya," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tolak-camat-berbeda-keyakinan_20170111_200051.jpg)