Sebulan Lebih, Talud Ambrol di Kembangsongo Belum Diperbaiki

jika tak segera ditangani, bisa dipastikan kerusakan yang terjadi lebih parah karena merembet ke kanan kiri talud yang ambrol.

Tayang:
Penulis: usm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Usman Hadi
Talud ambrol persis di sebelah timur Jembatan Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, yang terjadi Selasa (22/11/2016) belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Usman Hadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Talud ambrol persis di sebelah timur Jembatan Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, yang terjadi Selasa (22/11/2016) belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

Padahal ambrolnya talud di sana jelas mengancam rumah warga dan jembatan.

Belum lagi jika tak segera ditangani, bisa dipastikan kerusakan yang terjadi lebih parah karena merembet ke kanan kiri talud yang ambrol.

Rumah warga yang terancam ambrol itu milik Suwaldi, warga setempat.

Rumahnya terancam karena letaknya persis di utara talud yang ambrol.

Sementara selama ini yang menjadi pembatas sekaligus penahan material samping sungai hanyalah talud.

Sebab itu, belum ditanganinya talud di samping Jembatan Kembangsongo membuat dia beserta keluarga was-was, karena sewaktu-waktu kediamannya bisa roboh.

Menurut Suwaldi, sebenarnya sudah sering petugas pemerintah menilik kerusakan talud di samping Jembatan Kembangsongo.

Bahkan sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian juga memasang police line di bahu timur jembatan.

Tapi dia menyesalkan, sejauh ini belum ada langkah konkret dari pemerintah. "Dari pusat (BBWSO) datang, provinsi (Dinas PUP-ESDM) juga datang, dari kabupaten juga ada yang kesini," ujarnya, Senin (2/1/2017).

Karena belum ada langkah real dari pemerintah, pasca kejadian warga secara swadaya memasang benner bekas di talud yang ambrol.

Tujuannya agar saat hujan datang, kerusakan talud tidak semakin parah.

Selain itu, Suwaldi dan dibantu warga juga memasang lampu di pinggir jembatan, agar pengguna jalan yang lewat tahu jika di sisi sebelah timur jembatan dipasangi police line.

"Penyebabnya di bawah jembatan dulu sebagian cornya tidak terlalu tebal. Saat volume air di Sungai Code meningkat, sisi yang cornya tipis itu tidak kuat menahan air, akhirnya taludnya ambrol," ungkapnya.

"Terus bagian sisi cor yang tidak rusak, sekalian digempurin sama petugas. Tujuannya agar aliran air tidak terkonsentrasi satu titik, dan agar kerusakan talud tidak merembet kemana-mana," lugasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved