Pembuatan Film dengan Metode Alternatif
Kerangka kerja itu pun digagas untuk memberdayakan semangat karya-karya yang kreatif, ekperensial juga eksperimental.
Penulis: abm | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bosan Berisik Lab merupakan sebuah laboratorium kreatif yang digagas untuk mengeksplorasi hubungan, garis batas, gagasan, dan bahasa tutur seni dan sinema.
Kerangka kerja yang digunakan dalam laboratorium tersebut berlandaskan jaringan, dengan berbagi pengetahuan serta informasi oleh para pelaku seni dan para sineas.
Kerangka kerja itu pun digagas untuk memberdayakan semangat karya-karya yang kreatif, ekperensial juga eksperimental.
Program dan rancangan program yang lahir dari semangat dan kerangka kerja itu salah satunya adalah workshop fun filmmaking, workshop dan pelatihan proses berpikir kreatif dalam membuat film untuk sineas pemula.
Managing Director Bosan Berisik Lab, Charlie Meliala dalam jumpa persnya beberapa waktu lalu menuturkan, workshop dan pelatihan ini disampaikan dengan cara yang paling sederhana, menggunakan perihal dan peralatan yang sangat dekat dengan peserta.
Selain itu kata Charlie, ada juga creative development laboratory sebagai laboratorium eksperimentasi gagasan atau bentuk seni dan sinema.
Lalu ada forum & regular exhibition and screening sebagai wahana eksebisi, temu wicara, dan diskusi, dimana pengunjung dan pengkarya bisa betukar pikiran tentang karya-karya yang dipilih, dan juga picnic cinema.
Jelasnya, picnic cinema sendiri seperti yang terlihat dari nama programnya, program tersebut merupakan pembuatan film dengan metode alternatif yang sangat fleksibel, eksperimental, eksperensial, dan mengedepankan gagasan-gagasan kreatif.
Disebut alternatif dan sangat fleksibel dikarenakan metode pembuatan film yang dilakukan bisa saja tidak lazim seperti digunakan dalam pembuatan film pada umumnya.
Sifat-sifat tersebut lahir dari cita-cita program ini dibuat untuk mengutamakan ekperimentasi gagasan atau bahasa tutur yang digagas oleh filmmaker terpilih.
"Layaknya sebuah laboratorium dalam makna yang sebenarnya, metode dan formula yang digunakan dalam membuat film bisa menjadi sangat beragam dan juga sangat kompleks.
Bahkan, bisa saja sebaliknya dengan menggunakan metode dan formula yang sangat sederhana.
Sifat eksperensial dari program ini karena, jika sepanjang proses eksperimentasi dalam membuat film, filmmaker menemukan metode dan formula baru yang segar dalam pembuatan film," papar Charlie.
Untuk kali pertamanya picnic cinema ini dilaksanakan. Dalam kesempatan ini Bosan Berisik Lab menunjuk salah satu sutradara berbakat yang kini menetap di Yogyakarta, Ismail Basbeth untuk menggagas ide cerita dan menyutradarai sebuah film yang diberi judul “Mobil Bekas dan Kisah-kisah Dalam Putaran” sebagai film yang siap menjadi bahan eksperimentasi dalam picnic cinema edisi 2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/picnic-cinema_20170102_101906.jpg)