Candi Prambanan Wujud Toleransi
Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan telah 25 tahun ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Penulis: akb | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan telah 25 tahun ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Kawasan candi yang telah berusia berabad-abad itu merupakan peninggalan peradaban Hindu di masa lalu.
Keikutsertaan masyarakat sekitar dalam menjaganya merupakan wujud sebuah toleransi.
“Sudah mendarah daging pada diri bangsa Indonesia, ini juga menunjukkan jika toleransi sifatnya nyata. Bukan sebatas pemikiran saja,” ujar Hilmar Farid, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud saat membuka '25th Prambanan World Heritage Expo' di Kompleks TWC Prambanan, Rabu (28/12/2016).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY merupakan peringatan 25 tahun penetapan Kompleks Candi Prambanan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Menurutnya, penetapan itu merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia.
Ia menyakini UNESCO memilih Kompleks TWC Prambanan sebagai warisan budaya dunia bukan perkara pada bangunan saja.
Akan tetapi juga keberadaan masyarakat di sekitarnya juga.
Dirinya berharap, dengan adanya peringatan 25 tahun ini dapat menambah kesadaran jika keberadaan Candi Prambanan bukan hanya milik Indonesia saja. Namun telah menjadi warisan milik dunia.
"Tugas kita bersama untuk menjaga warisan ini sebaik-baiknya," ujar Hilman.
“Penetapannya tidak terbatas pada bangunan candi saja. Melainkan kompleks. Dimana selain Candi Prambanan juga ada bangunan candi lainnya. Salah satunya Candi Sewu,” tambah Kepala BPCB DIY Winston Sam Dauglas Mambo.
Ia menuturkan, Candi Prambanan ini menunjukkan salah satu karakter masyarakat Indonesia.
Yaitu karakter bergotong-royong. Pasalnya ketika pembangunan melibatkan orang dalam jumlah yang banyak. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pugar-prambanan_0803.jpg)