Minimalkan Risiko Regenerasi Kulit dengan PRP

Satu kelebihan yang dimiliki PRP adalah kemampuannya dalam merangsang penyembuhan tulang dan jaringan lunak.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kecanggihan teknologi di bidang kecantikan kini melahirkan treatment baru yang menyediakan solusi bagi masyarakat.

Tak terkecuali Platelet Rich Plasma (PRP), sebuah terapi regenerasi kulit dengan menggunakan darah pasien sendiri sehingga tidak menimbulkan risiko alergi dan infeksi.

Plasma darah kaya trombosit atau Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah plasma darah yang telah diperkaya dengan trombosit.

Satu kelebihan yang dimiliki PRP adalah kemampuannya dalam merangsang penyembuhan tulang dan jaringan lunak.

Berbasis pada kemampuannya untuk menyembuhkan, PRP digunakan di divisi dermatology dan surgery untuk penyembuhan kulit dan jaringan lain.

Pada divisi cosmetic dermatology, PRP efektif untuk mengatasi kerutan halus pada wajah, bekas jerawat, lingkaran mata dan kantong mata yang gelap dan membantu meremajakan kulit sehingga teksturnya menjadi lebih halus dan kenyal.

"Jadi PRP ini 100 persen natural karena berbahan dasar dari tubuh pasien sendiri, sangat baik untuk regenerasi sel-sel dan mampu mengatasi berbagai jenis kelainan pada kulit," ujar dokter estetika NMW Skin Care, dr Albert Fernandes saat mengadakan seminar 'How to Get Fresher and Brighter Skin', Rabu (14/12).

Karena bersifat alami, terapi ini dapat digunakan pada semua keluhan kulit dari ujung rambut hingga ujung kaki. PRP ini dapat menyembuhkan kebotakan pada rambut, mengatasi kerutan di dahi maupun leher, merangsang kolagen baru sehingga mampu menghilangkan jerawat, bahkan melembabkan bagian tubuh yang diinginkan.

Mekanisme terapi PRP ini menggunakan komponen darah yang disebut platelet. Platelet ini mengandung growth factor yang menginduksi pembentukan kolagen dan kapiler-kapiler darah di kulit sehingga kulit menjadi lebih muda dan sehat.

Prosedur terapi ini memang terbilang tidak biasa. Dokter akan mengambil darah pasien sebanyak 40 cc dan memprosesnya sehingga didapatkan bagian darah yang disebut PRP. PRP kemudian diinjeksikan ke bagian kulit yang akan diterapi dengan menggunakan alat khusus sehingga minimal rasa sakit dan proses singkat.

"Darah kita terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, plasma dan trombosit. Di dalam trombosit itulah mengandung growth factor, kemudian kami pisahkan growth factor itu menggunakan Centrifuge selanjutnya growth factor disuntikkan pada daerah yang diinginkan," paparnya.

Dalam PRP, lanjutnya, ada banyak jenis growth factor yang berguna untuk berbagai macam keluhan pasien. Ia menyebutkan, ada growth factor untuk penderita diabetes, kencing manis, keluhan persendian, merangsang pertumbuhan rambut hingga menumbuhkan kolagen-kolagen baru. Setelah dipisahkan menurut growth factor-nya, darah tak lagi berwarna merah, melainkan berwarna kuning.

"Beserta anestesi krim, waktu pengerjaannya sekitar 40 menit," paparnya.

Seperti halnya terapi, PRP ini baik jika diulangi dengan rutin. Pengulangannya cukup tiga sampai empat kali dengan selang waktu 1 bulan. Hasil PRP dapat bertahan hingga 1 hingga 1,5 tahun tergantung kulit dan pola hidup pasien.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved