Kulit Bisa Keracunan Matahari? Ini Ciri-ciri dan Pencegahanya
Akan tetapi jika nggak berhati-hati sengatan matahari yang terik bisa menjadikan kulit menjadi perih dan merah karena terbakar matahari.
TRIBUNJOGJA.COM - Mendekati liburan akhir tahun, mungkin banyak dari kalian yang mulai merencanakan dan mempersiapkan berbagai keperluan buat liburan nanti.
Sebagai negara kepulauan, pesona pantai di Indonesia masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi para wisatawan.
Buat kamu yang juga berencana buat liburan di pantai, ada satu hal yang mulai harus kamu perhatikan.
Bermain air dan menikmati ombak sambil bersantai di tepian pantai emang sangat menyenangkan.
Akan tetapi jika nggak berhati-hati sengatan matahari yang terik bisa menjadikan kulit menjadi perih dan merah karena terbakar matahari.
Kulit kemerahan adalah salah satu gejala keracunan matahari atau fotodermatitis. Pada dasarnya, keracunan matahari sama dengan terbakar matahari.
Hanya saja bedanya, keracunan matahari menunjukkan gejala yang lebih parah seperti kulit kering, berkerut, serta kemunculan bintik hitam yang kasar.
“Keracunan matahari adalah reaksi alergi dan biasanya menghasilkan benjolan yang kadang terasa gatal. Gejala lainnya adalah demam, menggigil, mual, dan pusing,” kata Dr. Cybele Fishman, seorang dokter kulit bersertifikat di Amerika Serikat.
Kalo rasa sakitnya masih bisa ditoleransi, kamu bisa mengompres bagian yang terbakar dengan air atau susu dingin.
Rehidrasi kembali tubuh kamu dengan minum cairan elektrolit dan menggunakan losion pelembab non-alaergi dan tanpa pewangi, terutama pada bagian luka bakar.
“Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa aspirin, krim, atau salep kortison (1%) dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit,” kata Dr. Cameron Rokhsar seorang Profesor Klinis Dermatologi di Mount Sinai Hospital.
“Tapi jika kulit kamu melepuh dibarengi dengan rasa sakit atau lelah, kamu harus pergi ke dokter kulit sesegera mungkin,” kata Dr. Rokhsar. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa kamu gunakan sebagai antisipasinya.