Lipsus Merdeka dari Krisis Air
Warga Bisa Dapat Air dengan Murah
Biaya untuk kebutuhan air bersih tidak lagi mahal jika dibandingkan dengan membeli air dengan mobil tangki.
Penulis: dnh | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sistem pengangkatan air tenaga surya (PATS) di Banyumeneng II, Giriharjo, Panggang, Gunungkidul membuat warga bebas dari krisis air.
Selain itu, biaya untuk kebutuhan air bersih tidak lagi mahal jika dibandingkan dengan membeli air dengan mobil tangki. Diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Sistem pengangkatan air tenaga surya (PATS) yang mengaliri Dusun Banyumeneng II dikelola oleh warga, melalui sebuah paguyuban bernama Abimanyu (Paguyuban Air Bersih Banyumeneng II).
Dengan dikelola oleh warga diharapkan program dapat terus berjalan dan terus memenuhi kebutuhan air warga untuk masa-masa mendatang.
Baca: Kisah Warga Gunungkidul yang Kini Merdeka dari Krisis Air
EnerBI, yayasan yang memprakarsarai PATS ini sudah memberikan pelatihan untuk mengurus sistem PATS tersebut.
Yakni pelatihan tentang teknis meliputi perawatan alat sarana lain serta pelatihan keuangan untuk mengatur pengelolaan sistem ini.
Ketua Abimanyu, Suyamto mengatakan dengan adanya PATS dan adanya program scale up mampu menghasilkan debit yang melimpah perharinya.
Kini semua masyarakat dapat menikmati air tanpa harus berjalan kaki lagi dengan jarak cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, cuci dan untuk hewan ternak.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli air pun semakin murah, jika dibandingkan dengan membeli dengan tangki.
Ditemui di sekretariat Abimanyu, Suyamto mengatakan warga hanya perlu membayar Rp 7500 per meter kubiknya.
Nantinya bulan akan ada penghitungan berapa kubik yang digunakan.
Baca: Listrik Matahari Hidupkan Pompa Air
Ia pun membandingkan dengan harga yang harus dibayarkan oleh warga jika harus membeli air tangki. Menurutnya satu tangki, warga harus membayar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sistem-tandon-utama_20161213_115921.jpg)