Genting Susah Kering
Beberapa lembaran genting yang masih basah mereka bawa dari dalam gudang dan diletakkan di halaman.
Penulis: akb | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Matahari seakan malu-malu bersembunyi dibalik awan. Rabu (7/12/2016) pagi itu cuaca cerah menyelimuti Dusun Berjo Sidoluhur Godean Sleman.
Namun dikejauhan awan mendung terlihat masih bergelayutan di langit. Bu Jarwo (46) dan temannya tampak sibuk berjalan dari gudang ke halaman, begitu sebaliknya.
Beberapa lembaran genting yang masih basah mereka bawa dari dalam gudang dan diletakkan di halaman.
Dua wanita itu merupakan pekerja di rumah produksi geting milik Jawadi Ahmad. Mereka seakan berlomba untuk segera mendapatkan panas matahari.
"Ini jemur, mumpung ada panas sedikit. Kalau tidak begini tidak kering," ujar bu Jarwo.
Ratusan lembar genting berwarna coklat gelap itu di tata rapi sejajar di atas tanah. Hujan yang beberapa hari terakhir selalu mengguyur daerah Sleman menjadi keresahan bagi bu Jarwo dan rekan-rekannya.
Genting yang seharusnya kering di jemur selama dua hari, kini tidak lagi. Di musim penuh dengan hujan ini setidaknya butuh empat hari untuk menjadikan genting kering. Itu juga harus berlomba dengan hujan yang membayangi.
"Ya susah, jadi molor semua. Yang seharusnya sepuluh hari jadi, sekarang bisa sampai sebulan baru jadi," sahut Rahman, rekan bu Jarwo.
Padahal saat ini tempatnya sedang banyak pesanan. Pesanan datang dari beberapa penjuru daerah di DIY dan Jawa Tengah.
Tingginya intensitas hujan kali ini memang telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) DIY.
Puncak hujan diprediksi terjadi Desember dan Januari. Sedangkan musim hujan sendiri masih akan berlangsung hingga Maret 2017.
Tidak jauh berbeda keluhan Sugiono (58), perajin genting dan bata. Pemandangan menjemur genting yang baru saja di pres juga terlihat di depan rumah pria yang meneruskan usaha ayahnya sejak 1985 itu.
Walau tidak dapat melakukan penjemuran secara maksimal, pada musim hujan ini ia tetap memproduksi genting.
Sekitar 300 lembar dibuatnya setiap hari untuk memenuhi pesanan pelanggannya. Namun semua itu menumpuk di gudang penyimpanan untuk bergantian dijemur sembari menunggu cuaca cerah.
"Kalau bata tinggal di aring (tata berjajar) di tutupi plastik nanti kering, tapi kalau genting harus di jemur dulu sebelum di bakar," ungkap Sugiono. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jemur-genting_20161208_184251.jpg)