89 Perusahaan Sleman Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Kesalahan pembayaran dan permasalahan internal perusahaan menjadi alasan tunggakan iuran.

89 Perusahaan Sleman Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan
id.wikipedia.org
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan perusahaan di wilayah Sleman masih menunggak pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kesalahan pembayaran dan permasalahan internal perusahaan menjadi alasan tunggakan iuran. 

Farah Diana Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sleman mengungkapkan, tunggakan pembayaran iuran itu mencapai Rp 1.348.645.385.

Tunggakan perusahaan mulai dari hitungan dua bulan hingga satu tahun. Kurangnya sosialisasi menjadi dalih sejumlah perusahaan

"Ada 89 perusahaan yang nunggak. Itu yang kurang lancar dan macet, tapi beberapa perusahaannya ada yang sudah tutup," ungkap Farah, Kamis (8/12/2016).

Oleh karena itu kali ini pihak BPJS Ketenagakerjaan mengadakan sosialisasi peningkatan kepatuhan peserta di Rumah Makan Pringsewu Jalan Magelang Sleman, Kamis.

Sebanyak 70 perusahaan di Sleman diundang untuk mendapatkan pemahaman pemahaman utuh tentang BPJS Keternagakerjaan. 

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomer 86 tahun 2013, lanjut Farah, keterlambatan hingga tidak mendaftarkan karyawan dalam jaminan sosial bisa mendapatkan sanksi.

Bahkan untuk sanksi terberat yang dapat diterima perusahaan yakni pencabutan izin usaha. 

"Sejauh ini memang belum ada yang sampai izinnya dicabut. Kami sudah membuat MOU dengan Kejaksaan untuk menangani hal itu," ujarnya. 

Di wilayah Sleman kini tercatat sekitar 2000 perusahaan yang telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY Moch Triyono menuturkan, kini sudah ada sekitar 5.500 dari puluhan ribu perusahaan di DIY yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Jumlah tersebut dinilainya telah mengalami peningkatan. Selain itu tingkat kepatuhan perusahaan saat ini mulai merangkak naik. 

“Tingkat kepatuhannya sudah mulai baik. Tinggal investor atau perusahaan baru yang perlu kita ingatkan terus menerus. Supaya mereka patuh dengan aturan jaminan sosial ini," ungkapnya. (*)

Penulis: akb
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved