Tanah Longsor di Magelang Renggut Korban Jiwa
Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang kembali memakan korban.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang kembali memakan korban.
Kali ini, satu nyawa terenggut setelah tertimpa reruntuhan material di Dusun Gunung Malang, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, pada Selasa (6/12/2016) petang.
Diketahui, satu korban meninggal dunia bernama Juwarni (45), yang merupakan warga setempat.
Berdasarkan informasi penduduk, kala itu korban tengah menjalani aktifitas sehari-harinya, yaitu bertani di area persawahan, yang terletak di bawah hutan lindung Perum Perhutani.
Lokasi hutan lindung Perum Perhutani sendiri memang cukup jauh dari pemukiman warga, atau berjarak sekitar lima kilometer.
Sementara datangnya longsor, berasal dari sebuah tebing dengan tinggi kurang lebih 40 meter, yang letaknya tidak jauh dari posisi bertani korban.
Disampaikan oleh Margito (43), Kepala Dusun Gunung Malang, bahwa sebelum bencana datang, kawasan setempat memang sempat diguyur hujan lebat sejak siang hari.
Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan oleh suami korban yang pertama kali mengetahui telah terjadi tanah longsor, dengan dibantu anaknya.
"Awalnya hanya suaminya saja yang mengetahui. Kemudian, ia menghubungi salah seorang anaknya untuk membantu proses evakuasi melalui sambungan telepon. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyelamatkan korban dari runtuhan material," katanya.
Setelah proses evakuasi berhasil diselesaikan, lanjut Margito, suami dan anak tersebut menyadari kalau korban masih dalam kondisi bernyawa.
Ia mengimbuhkan, meski kaki kirinya dalam keadaan patah, serta sebagian jari-jemari di telapak kaki kanannya sudah tidak utuh lagi, bagian atas tubuh korban masih terbilang utuh.
Dirinya kembali mengisahkan, begitu menyadari masih ada tanda-tanda kehidupan dalam diri korban, mereka lantas bergegas membawa raga yang sudah tidak berdaya itu, menggunakan sebuah sepeda motor, dengan posisi korban berada di tengah keduanya.
"Saya bertemu dengan mereka di tengah perjalanan menuju kediaman. Mereka kemudian meminta saya mencarikan mobil, untuk membawa korban ke rumah sakit. Saya sendiri sempat ragu, karena mengira korban sudah meninggal. Tapi setelah mengecek langsung, saya masih merasakan detak jantungnya, walaupun sangat lemah," kisahnya.
Margito pun segera mencarikan mobil, sesuai dengan permintaan suami dan anak korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/longsor-magelang_20161207_234223.jpg)