PNS Diminta Jaga Netralitas Jelang Pilwali

Jangan sampai, ulah PNS yang tidak netral itu justru akan menimbulkan polemik di masyarakat.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
tribunjogjagrafis/suluhpamungkas
Ilustrasi Pilwali 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Yogyakarta, Sulistyanto menegaskan agar para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kota (Pemkot) untuk tetap menjaga netralitas saat tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwalko).

Jangan sampai, ulah PNS yang tidak netral itu justru akan menimbulkan polemik di masyarakat.

“Jadi PNS harus bisa jaga netralitas. Jaga hati dan jangan neko-neko (macam-macam),” ujar Sulistyanto saat bertemu dengan sejumlah pejabat struktural di Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Kamis (1/12/2016).

Dia menjelaskan, jika ada PNS yang tidak netral, harus dilaporkan pada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.

Pihaknya pun mewanti-wanti beberapa hal termasuk adanya perilaku iseng di media sosial yang bisa menimbulkan polemik.

Pihaknya mencontohkan, ada beberapa ulah, status, bahkan foto yang hanya digunakan untuk bercanda di media sosial.

Namun, nyatanya justru berbuah petaka. Pasalnya, justru menunjukkan jika PNS tidak netral.

“Sekarang ini banyak pengamatnya, seperti di media sosial, dan lainnya. Jadi hati-hati gunakan jari, atau berfoto yang bisa menimbulkan kesan tidak netral. Jari-jari pun bisa ditafsirkan yang engga-engga,” katanya.

Dalam kesempatan itu dia juga mengajak para PNS untuk mengenal salam netralitas.

Selain itu juga bisa memilih pemimpin yang bisa mengemban amanah rakyat. “Harus tunjuk pemimpin yang punya tujuan jelas,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved