Sejumlah Sekolah di Sleman Berharap UN Tetap Diadakan
UN dinilai juga menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan di daerah dan memotivasi semangat belajar anak didik
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wacana pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan moratorium Ujian Nasional (UN) mengundang berbagai reaksi.
Pihak sekolah justru menyayangkan jika rencana itu direalisasikan.
Alasannya, UN masih diperlukan sebagai standar keberhasilan pendidikan.
Selain itu, UN dinilai juga menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan di daerah dan memotivasi semangat belajar anak didik dalam mencapai prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono tak memungkiri jika masih banyak sekolah yang menginginkan UN tidak dihilangkan.
Meski bukan jadi standar kelulusan melainkan pemetaan mutu, menurutnya UN mampu membawa motivasi tersendiri bagi siswa maupun guru untuk mendulang prestasi.
Namun begitu, Disdikpora akan mengambil langkah menunggu kepastian dari pemerintah dengan kebijakan resminya terkait moratoirum UN di 2017.
Apalagi, belum ada kejelasan standar evaluasi akhir pendidikan itu apakah dilayani dalam bentuk ujian sekolah daerah atau justru diserahkan pada masing-masing sekolah.
"Kami akan menunggu kebijakan resminya dan baru memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Termasuk soal anggaran. Untuk pelaksanaan UN per tahun itu anggarannya Rp1,4 miliar. Kalau ada kebijakan moratorium, tentu kita perlu berhitung lagi seperti apa," kata Arif. (*)