Sampaikan Era Digital yang Positif Lewat Mural

Festival dan Lomba Mural dalam rangka Dies Natalis ke 61 Universitas Sanata Dharma dengan tema "Cerdas dan Humanis di Era Digital".

Penulis: app | Editor: oda
tribunjogja/arfiansyah panji
Suasana Festival dan Lomba Mural dalam rangka Dies Natalis ke 61 Universitas Sanata Dharma dengan tema Cerdas dan Humanis di Era Digital, di Kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Minggu (27/11/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan orang berjajar rapi di salah satu sisi pagar dinding di Kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Minggu (27/11/2016).

Dengan detail, orang-orang tersebut mengamati tembok kokoh yang berada di depannya. Sesekali diliriknya kertas bergambar yang menjadi panduannya.

Tenang namun pasti tangan-tangan kreatif tersebut mulai bergerak. Dicelupkannya kuas dengan warna-warna cat yang sesuai selera.

Gerakan tangan Rifki Amelda Setiawan (16) terlihat cekatan. Sesekali dengan tempo cepat, sesekali dengan tempo sedang. Tak jarang, tanganya harus berhenti menari-nari dengan kuas.

Tampak ia berpikir keras sembari memandangi orang yang melukis di samping kanan dan kirinya.

Rifki, siswa SMK N 2 Yogyakarta pagi itu sedang mengikuti Festival dan Lomba Mural dalam rangka Dies Natalis ke 61 Universitas Sanata Dharma dengan tema "Cerdas dan Humanis di Era Digital".

Lomba tersebut terbagi dalam kategori dosen dan karyawan, mahasiswa, dan siswa-siswi SMA di Yogyakarta. Tidak ketinggalan masyarakat umum dan komunitas-komunitas seni mural juga terlibat.

"Ini temanya tentang positif dan negatifnya perkembangan teknologi," ujarnya kepada Tribun Jogja sembari terus menggenggam kuas.

Memang, mural yang dilukis Rifki saat itu masih dalam tahap 25 persen. Namun, ada pesan yang menarik yang ingin disampaikan anak baru gede tersebut. Menurutnya, perkembangan zaman adalah konsekuensi yang harus diterima semua orang. Menyikapi hal tersebut, dalam lukisannya Rifki ingin mengingatkan bahwa salah satu perkembangan zaman yaitu era digital memiliki sisi positif dan negatif.

"Semoga yang lihat bisa berpikir untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak," jelasnya.

Johanes Eka Priyatma MSc PhD, Rektor Universitas Sanata Dharma menjelaskan era digital sebenarnya kedudukannya sama seperti teknologi bermata ganda.

Nilai positif seperti menigkatkan efisiensi dan efektifitas memang harus diakui. Namun, jika tidak disikapi dengan bijak pengaruh negatifnya juga banyak.

"Hal-hal yang bersifat privasi sudah mulai berkurang. Teknologi memungkinkan orang untuk anonim, orang bisa mengungkapkan apapun tanpa jelas identitasnya," jelasnya disela-sela acara tersebut.

Johanes menjelaskan, dalam konteks mendidik baik pengajar maupun mahasiswa dan pelajar dimanjakan realitas big data.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved