Pemkab Sleman Siap Aktifkan Jam Belajar Masyarakat
Hal ini untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang lebih aman dan nyaman
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman menggulirkan wacana untuk mengaktifkan program Jam Belajar Masyarakat (JBM).
Hal ini untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang lebih aman dan nyaman serta mendukung proses belajar generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono, mengatakan bahwa perintisan gerakan JBM telah dimulai sejak tahun 1999.
Namun, perjalanannya mengalami pasang surut hingga kemudian pada 2014 pihaknya melaksanakan program rintisan Dusun Percontohan JBM.
Satu dusun di setiap kecamatan ditunjuk sebagai area percontohan hingga tahun 2016. Hingga saat ini, total ada 17 dusun percontohan JBM.
"Program JBM juga menjadi upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Arief dalam rapat koordinasi (Rakor) pelaksanaan JBM di aula Lantai 3 Setda Sleman, Senin (21/11/2016).
Menurutnya, tanggungjawab pendidikan tidak hanya terletak di pundak pemerintah saja melainkan butuh sinergi dengan masyarakat dan khususnya para orangtua.
Kepedulian masyarakat dan orangtua sangat menentukan keberhasilan pendidikan.
Dijabarkan Arif, prinsip dalam JBM yakni pola dua kali enam jauh lebih efektif dibandingkan enam kali dua. Kegiatan belajar dua jam sehari sudah cukup dibandingkan nonstop enam jam namun hanya dua kali saja.
"Mengingat pada jam belajar itu banyak tayangan televisi (prime time), kondisi ini memunculkan tantangan besar. Orangtua diharapkan mendampingi anak selama JBM dengan tidak menyalakan TV," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jam-belajar-masyarakat_20161121_211537.jpg)