DPU ESDM Siapkan Operator TPAS

Saat ini pembangunan TPAS Troketon sudah mencapai sekitar 90 persen pembangunan tahap pertama.

Penulis: ang | Editor: oda
Tribun Jogja/ Padhang Pranoto
Suasana TPA Joho-Kecamatan Prambanan. Pemkab Klaten berencana memperpanjang masa pakai TPA Joho. Hal itu menyangkut proses perizinan lahan TPA di Gemampir-Karangnongko belum usai. Selasa (8/3/2016). (ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Memasuki akhir pembangunan tahap pertama Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Troketon, Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) mulai menyiapkan operator.

Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat pemanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah tersebut.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU ESDM Klaten, Anwar Shodiq mengatakan saat ini pembangunan TPAS Troketon sudah mencapai sekitar 90 persen pembangunan tahap pertama.

Pihaknya masih menunggu datangnya mesin pemrosesan sampah; mesin pemilah, pencacah, dan mesin pres.

“Diupayakan sebelum mesin datang sudah ada operatornya. Sehingga saat mesin sudah terpasang, bisa langsung dilakukan pelatihan pemrosesan sampah,” ungkapnya, Senin (14/11/2016).

Menurutnya kebutuhan operator diperkirakan mencapai 15 orang.

Adapun pengadaan operator akan diprioritaskan warga tiga desa yang berdekatan dengan TPAS; Desa Troketon, Kaligawe, dan Kalangan, Kecamatan Pedan.

“Rekrutmennya diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa, sehingga setiap desa akan diambil 5 orang dan statusnya sebagai THL (Tenaga Harian Lepas),” katanya.

Shodiq menjelaskan rencananya pelatihan akan dimulai pada Desember mendatang.

Percepatan tersebut dilakukan lantaran sesuai perencanaan awal, TPAS Troketon akan mulai dioperasikan pada Januari 2017.

“Dari perencanaan kami, pada saat pelatihan, angkutan sampah akan mulai diarahkan ke Troketon untuk langsung diproses. Sehingga pelatihan akan dilakukan sambil jalan, dan diharapkan Januari sudah siap,” ungkapnya menjelaskan.

Meski diprediksi siap dijalankan di awal tahun 2017, namun dalam pelaksanaannya belum semua angkutan sampah diarahkan ke TPAS Troketon.

Ia menyebutkan pada awal pengoperasiannya, hanya sepertiga angkutan sampah harian, sedangkan sisanya tetap akan ditimbun di TPA Candirejo.

“Sehari angkutan sampa mencapai 180 meter kubik, dan sepertiganya akan diarahkan ke TPAS. Kenapa tidak semuanya? Karena pada awal pengoperasiannya masih akan dilakukan uji coba untuk mengukur kapasitas kemampuan mesin pemrosesan sampah. Beberapa bulan setelah dioperasikan dan akan dilakukan evaluasi, jika memang mampu, akan ditambah sampah yang didrop ke TPAS,” kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved