Sastra
CERPEN: Mengapa Tanah Berkalang Darah
hamparan sawah juga ladang akan disulap menjadi tempat untuk orang kaya singgah sebelum liburan di kota.
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Iwan Al Khasni
SUDAH tiga hari ini bapak enggan meladang padahal badannya baik-baik saja. Sejak orang-orang berseragam yang datang dari Jakarta itu mengukur tanah di sekitar rumah, hampir seluruh petani di desaku menjadi resah.Duduk-duduk di warung kopi meskipun matahari masih tinggi menjadi rutinitas yang mafhum terjadi.
Dari obrolan orang-orang tua yang sempat sedikit kudengar, lahan yang sudah digarap berpuluh tahun lalu itu akan dijadikan bandar udara. Nantinya, hamparan sawah juga ladang akan disulap menjadi tempat untuk orang kaya singgah sebelum liburan di kota.
Tak ada lagi tanah becek kotor juga ibu-ibu tua bercaping lalu-lalang di ladang. Itu katanya seorang pria berpakaian necis ketika kumpul di rumah pak dukuh Senin Legi lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cerpen-ilustrasi-tanah-berkalang_20161024_111855.jpg)