Film Tentang Wiji Thukul Diputar di Singapura
Sosok sederhana penyair dan aktivis yang hilang di akhir tahun 90an ini telah menginspirasi banyak kalangan, termasuk para sineas.
Penulis: rap | Editor: Ikrob Didik Irawan
Selain itu lewat film ini juga merepresentasikan kehidupan Wiji Thukul sebagai seorang sastrawan yang puisi-puisinya memiliki semangat perlawanan.
Menurut Siska Raharja dari Elora Production, selain khalayak umum dan mahasiswa dari NUS, pemutaran ini juga dihadiri oleh para sastrawan besar Singapura seperti Suratman Markasan, Mohamed Latiff Mohamed dan Jamal Ismail.
Juga hadir wartawan senior Mohd Raman Daud, Dr Kartini Anwar (Nanyang Technological Institute) dan Dekan Sastra Melayu NUS Prof. Madya Noor Aisha Abdul Rahman.
Ketua acara yang juga dosen NUS Dr Azhar Ibrahim mengatakan, “Karya-karya Wiji Thukul dikenal oleh khalayak akademis di Singapura, tapi tidak banyak yang tahu tentang nasib tragisnya."
"Film pendek dan penampilan Fajar Merah di sini membuat kami sangat salut dan terharu akan keberaniannya, film ini juga memancing kita menjadi lebih memahami masyarakat Indonesia dengan lebih dekat.” tuturnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wiji-thukul_fdg_20161018_134346.jpg)