Pagar Sekolah Ambrol, Bangunan SMPN 2 Prambanan Terancam Abrasi

Timbul yang saat itu berada di sebuah bangunan di lingkungan sekolah yang digunakannya sebagai warung pos jaga, tiba-tiba mendengar suara gemuruh.

Penulis: ang | Editor: oda
tribunjogja/angga purnama
Petugas TRC BPBD Kabupaten Klaten memeriksa kondisi pagar SMPN 2 Prambanan yang ambrol, Rabu (12/10). Ambrolnya pagar tersebut diduga karena abrasi dari sungai Pereng, 

“Kalau tidak ada penanggulangan seperti talut permanen, maka yang paling terancam adalah bangunan sekolah yang digunakan untuk perpustakaan. Karena lokasinya paling dekat dengan sungai,” kata petugas TRC BPBD Klaten, Fauzan Abdul Aziz.

Terlebih sungai Pereng merupakan anak sungai Opak yang memiliki arus yang deras saat hujan. Hal ini lantara sungai tersebut menampung buangan air dari beberapa titik.

“Memang kalau tidak hujan alirannya pelan, kalau hujan cukup tinggi dan arusnya besar. Sehingga bangunan yang dibangun di dekatnya harus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Pembantu Kepala SMPN 2 Prambanan Urusan Sarana Prasarana, Riyadi mengatakan kerusakan tersebut sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten. Pasalnya kerusakan cukup besar lantaran mencakup keseluruhan bangunan pagar belakang sekolah.

“Sejak kejadian pertama sudah kami laporkan ke dinas. Ini yang ketiga kalinya. Sudah sangat parah dan butuh perbaikan segera,” katanya ditemui di ruang kepala sekolah.

Riyadi juga menjelaskan air sungai kerap meluap saat intensitas hujan meningkat. Dengan tidak adanya pagar sebagai pengaman, maka akan dikhawatirkan akan membuat bangunan lain rawan terdampak abrasi.

“Kami harapkan segera ada tindak lanjut, karena kondisinya cukup parah dan sekolah tidak dapat memperbaikinya secara mandiri,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disdik Klaten, Pantoro mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan pagar sekolah.

“Ada dua sekolah yang dipihaki, SMPN 2 Prambanan dan SD Krakitan (Bayat), semuanya perbaikan pagar yang roboh. Anggarannya masuk di APBD Perubahan 2016, jadi sebelum kejadian yang ketiga di SMPN 2 Prambanan, pemihakannya sudah masuk rencana,” katanya saat dihubungi.

Kendati ada pemihakan, namun perbaikan pagar sekolah bukan prioritas. Pasalnya pagar hanya merupakan bangunan penunjang, meskipun keberadaannya dinilai penting.

“Karena bukan prioritas dan tidak masuk dalam operasional sekolah, sekolah tidak boleh memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk pembangunan atau perbaikannya. Kecuali dana tersebut digunakan untuk meningkatkan sarana pembelajaran. Kalau untuk pembangunan dan perbaikan, kami minta untuk dilaporkan kepada dinas,” paparnya menjelaskan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved