Tak Ada Lagi Program Kantong Kresek Berbayar, Kantong Kresek di Minimarket Kini Kembali Gratis

Terhitung awal bulan ini Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) resmi memberhentikan program ini.

Penulis: khr | Editor: Muhammad Fatoni
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program kantong plastik berbayar yang dicanangkan pemerintah ternyata tidak berjalan lama.

Terhitung awal bulan ini Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) resmi memberhentikan program ini.

Kini anda tidak akan lagi ditanyakan bersediakah membayar Rp 200 untuk kantong plastik yang digunakan membungkus belanjaan anda.

Tribun mempraktikkan sendiri bagaimana praktik berhentinya program plastik berbayar itu di lapangan, Kamis (6/10/2016).

Saat Tribun membeli beberapa beberapa barang di sebuah minimarket yang ada di dekat simpang tiga Maguwoharjo Depok Sleman dan menggunakan ka tong kresek, saat mendapat nota pembelian tertulis kantong plastik di sana namun dengan harga nol rupiah.

"Sudah tidak berbayar mas, sejak tanggal 1 awal bulan ini," ujar seorang petugas bernama Andre.

Kebijakan itu sudah berlaku dan tersebar secara luas di minimarket yang jaringannya hampir ada di seluruh Indonesia tersebut.

Begitu pula saat Tribun menyambangi sebuah minimarket jaringan yang lain di kawasan Caturtunggal, Depok, Sleman, sudah tidak ada lagi penarikan Rp 200 untuk kantong plastik.

Saiful, salah seorang petugas di sana mengatakan sejak awal bulan pemberitahuan pemberhentian program tersebut sudah ada dan dijalankan.

"Pembeli juga sudah banyak yang tahu, ada beberapa yang nanya tapi banyakan nggak," ujarnya.

Namun dia mengaku tidak mengetahui apakah program yang berjalan beberapa bulan tersebut memberikan efek positif dalam mengurangi konsumsi plastik kresek.

Awaliyah, salah seorang warga yang sering belanja di minimarket mengatakan program kantong plastik berbayar memang sejak awal seperti tidak begitu berpengaruh.

Bahkan dia mengaku beberapa minimarket memberikan plastil begitu saja tanpa memberikan harga.

"Kan saya sering kadang ngecek di nota, harganya pas sama barangnya dan nggak ada kantong plastik seharga 200. Nggak tau masnya lupa atau cuek," ujar mahasiswi salah satu PTN di Yogyakarta tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved